• Hari ini : Selasa, 24 April 2018

Pemburuan Jejaring Terorisme di Kalsel

Banjarmasin, KP – Kepolisian Daerah Kalimantan Selatan (Polda Kalsel), pemburuan jejaring terorisme. Meski beberapa waktu lalu diketahui gembong teroris paling dicari di Indonesia dan Amerika, Abu Wardah alias Santoso tewas saat baku tembak di dalam hutan.

Perburuan cukup panjang itu setelah Operasi Tinombala dikerahkan dengan ribuan prajurit TNI dan Polri.

Namun, jaringannya terus dicari, termasuk dugaan adanya jejaring lain di Kalsel tetap dalam pemburuan, dan diawasi serta waspadai imbrio-imbrio terorisme, yang mungkin sudah ada di tengah masyarakat.

Untuk semua itu, Rabu (21/3), Polda Kalsel melakukan Rapat Koordinasi (Rakor) bersama semua satuan, baik Intel maupun anggota Gegana Brimob di Mapolda Kalsel.

Dari keterangan, rakor itu soal kegiatan pemburuan, penangkapan jaringan gembong terorisme dan jejaring terorisme.

“Ini semua diberlakukan seluruh Polda di Indonesia, dan kita melakukan hal sama untuk semua itu. Intinya tetap melakukan pemburuan, mengantisipasi dan pengawasan. Nantinya pula sebagai pelaporan,’’ kata Kabid Humas Polda Kalsel, AKBP M Rifai, ketika dihubungi, kemarin malam.

Sementara salah satu anggota yang ikut rakor mengatakan, pada dasarnya di Kalsel ada terdeteksi, yang mau ke arah sana (jejaring terorisme,red).

Dan ada dua daerah di Kalsel yang harus mendapat pengawasan tentang jejaring tersebut.

Namun anggota itu tak mau sebutkan daerah mana saja dengan alasan agar tidak menimbulkan gejolak.

Soal embrio terorisme, yang sudah ada di tengah masyarakat, maka peran aktif masyarakat harus ada untuk menyikapi gejala sosial seperti radikalisme. Elemen masyarakat yang kiranya mudah terpengaruh radikalisme dan sejenisnya harus diwaspadai bersama.

Ini semua butuh peran aktif lintas lembaga baik, Kemendikbud, Kemensos, dan Kementerian Agama

“Namun, dari rakor itu sendiri tujuan lain agar masyarakat tetap waspada dan setiap ada hal mencurigakan di lingkungan tempat tinggalnya bisa cepat melaporkan ke aparat,’’ tambah AKBP M Rifai.

Diketahui pula sebelumnya, di Kalsel dihebohkan dengan sebutan Kelompok Islamic State of Iraq and Syam (ISIS-Negara Islam Irak dan Suriah) diduga memiliki pendukung di beberapa wilayah Indonesia termasuk di Kalsel.

Lainnya menggunakan nama Daulah Kalimantan. Isi cuitan yang di-posting akun ini pada 19 Juni 2015, itu sebagian besar merupakan dukungan terhadap ISIS dan berdirinya Daulah Islamiah, yang dapat diartikan sebagai negara Islam.

Foto seseorang itupun bertutup wajah dengan mengacungkan jari telunjuk kanan di depan Balai Adat Malaris, Desa Lok Lahung Kecamatan Loksado Kabupaten Hulu Sungai Selatan. (K-2)

Tag:,
error: Kalimantan Post - Asli Koran Banua