• Hari ini : Selasa, 24 April 2018

Pemikiran Syech Muhammad Arsyad Lampaui Teori Luar

DISKUSI – Diskusi tentang Makna dan Kedudukan Hukum Dalam Pemikiran Syech Muhammad Arsyad Albanjari, Rabu ( 11/4).

Banjarmasin, KP – Nama besar Syech Muhammad Arsyad Albanjari tidak hanya dikenal oleh masyarakat Banjar saja bahkan negara seperti Brunai, Malaysia dan negara tetangga lainnya mengambil ajaran beliau terutama tentang aturan dalam Islam.

Bahkan kebijakan–kebijakan Sultan Kerajaan Banjar pada massa itu mengambil pemikiran-pemikiran beliau yang dijadikan kebijakan aturan hukum ditanah Banjar.

Hal tersebut disampaikan Dosen Fakultas Hukum Universitas Islam Kalimantan (Uniska) Muhammad Arsayad Albanjari, Rakhmat Nopliardy SH MH dalam acara diskusi tentang Makna dan Kedudukan Hukum Dalam Pemikiran Syech Muhammad Arsyad Albanjari, Rabu (11/4).

Dikatakan Rakhmat, dalam kajiannya, Syech Muhammad Arsyad adalah seorang ulama yang memiliki kedudukan tinggi di Kesultanan Banjar dimana pemikiran beliau dijadikan sumber hukum oleh Kesultanan Banjar, sebab pemikiran beliau diaplikasikan oleh Kesultanan Banjar sebagai acuan hukum.

“Pemikiran Syech Muhammad Arsyad Albanjari mampu mempengaruhi pikiran Sultan Banjar, dimana pemikiran tersebut dijadikan aturan dimasyarakat dan ini adalah implikasi hukum dalam menjalankan kesultanan pada masa itu,’’ kata Rakhmat.

Saat ditanya, kajian tentang Syech Muhammad Arsyad tersebut banyak dilakukan oleh fakultas lain diluar Uniska dan kenapa ini baru sekarang dilakukan, dijelaskannya memang banyak penelitian yang dilakukan tentang Arsyad Albanjary tersebut. Namun ada yang menarik setelah huntting berbagai literatur–literatur yakni kajian tentang hukum yang belum terkaji terutama Hukum Ketata Negaraan.

“Saya melihat dari hukum ketatanegaraan dimana kitab Sabilal Muhtaddin dijadikan kebijakan dalam kesultanan, sebagai contoh masyarakat melaksanakannya zakat produktif bahkan pemikiran Syech lampaui teori teori luar seperti henkel dalam tata urut ketentuan peraturan kesultanan dan teori lain,’’ ujar Dosen Hukum Tata Negara Uniska tersebut.

Sementara Ketua Pelaksana Dr Muhammad Alfani, sangat senang dengan diskusi tersebut, dimana kajian tentang hukum tersebut membuka wawasan bagi kita semua.

“Ini adalah langkah maju Uniska dalam menerapkan dan menghidupkan akademik, dimana kegiatan tersebut akan berlangsung sebulan sekali. Sebelumnya kita pernah melakukan kajian tentang Sungai Tuan di Kabupaten Banjar,’’ katanya.

Acara tersebut dihadiri oleh berbagai instansi pemerintah dan berbagai perguruan tinggi Banjarmasin. (fin/K-5)

 

 

error: Kalimantan Post - Asli Koran Banua