• Hari ini : Sabtu, 20 Januari 2018

Penanganan Laporan PJU Rusak Capai 20 Sehari

Kepala Dinas Bina Marga Banjarmasin Ir H Gt Ridwan Syofyani saat memberikan keterangan pers kepada wartawan, di Pers Room Humas Pemko Banjarmasin, Kamis (15/9).
Kepala Dinas Bina Marga Banjarmasin Ir H Gt Ridwan Syofyani saat memberikan keterangan pers kepada wartawan, di Pers Room Humas Pemko Banjarmasin, Kamis (15/9).

Banjarmasin, KP – Guna memberikan pelayanan maksimal, Dinas Bina Marga Banjarmasin, langsung menindak lanjuti setiap laporan terkait gangguan Penerangan Jalan Umum (PJU). Bahkan setiap hari minimal 20 laporan masuk dan langsung ditindaklanjuti.

Kepala Dinas Bina Marga Banjarmasin Ir H Gt Ridwan Syofyan mengakui, dalam sehari pihaknya selalu menerima laporan ganggunaan PJU oleh masyarakat. Namun karena sudah terbiasa sehingga dilakukan penanganan dengan penuh sigap.

“Hampir semua laporan yang masuk pada setiap kerusakan atau gangguan PJU setiap hari kita terima. Tim langsung turun melakukan perbaikan karena semua harus ditangani segera dan tak boleh ditunda-tunda,’’ ucap Kepala Dinas Bina Marga Banjarmasin Ir H Gt Ridwan Syofyani kepada wartawan, di Pers Room Humas Pemko Banjarmasin, Kamis (15/9).

Dijelaskan Ridwan, untuk mengcover penerangan kota yang mempunyai luas 97 Km persegi dengan PJU yang sudah terpasang 18.923 titik dengan sistem meterisasi.

“Kita sekarang bisa melakukan meterisasi dan ternyata hasilnya juga menurun,’’ katanya.

Bahkan untuk jalan lingkungan, terangnya, menjadi perhatian utama titik PJU hingga sudah terpasang sedikitnya 12.728 titik PJU. Sementara untuk jalan utama, ada 6195 titik PJU yang sudah terpasang.

“Terus terang dengan jumlah yang cukup banyak, beban tagihan listrik perbulan juga cukup besar mencapai miliaran rupiah. Namun sudah 80 persen menggunakan meteran, sehingga lebih akurat,’’ papar Ridwan.

Lebih jauh Ridwan menjelaskan, jenis lampu sodium paling banyak digunakan PJU mencapai 9000 lebih.

“Memang untuk solar sell ringan tetapi jika sudah masuk tahun ketiga dan keempat lebih berat sistim pemeliharannya,’’ katanya.

Selain itu, dibeberapa titik PJU, juga digunakan jenis lampu LED yang mencapai 2655 titik dan jenis lampu LHE yang jumlahnya sebanyak 6585 titik.

“Ada usulan mengganti PJU yang ada dengan sistem solar cell yang lebih ramah lingkungan dan hemat. Namun biaya pembelian dan pemeliharaan yang sangat besar,’’ demikian Ridwan. (vin/K-5)

error: Kalimantan Post - Asli Koran Banua