• Hari ini : Senin, 19 Februari 2018

Penebar Ujaran Kebencian Diringkus

Kapolres Barsel AKBP, Yussak Angga SIk MSi didampingi Wakapolres, Kompol Agung Gde Wirata Anom dan tersangka Kiki Parell.

Buntok, KP – Ini merupakan peringatan keras bagi para pengguna media sosial (medsos) dimana saja berada. Seorang pengguna facebook, Nurul Hakiki alias Kiki Parell warga jalan Padat Karya Buntok berhasil diringkus jajaran Polres Barito Selatan, di kediamannya rumah terapung kawasan perairan Teluk Pangameh Buntok.

“Saat kita ringkus, tersangka Kiki Parell yang bernama asli Nurul Hakiki tersebut tidak melakukan perlawanan dan mengakui semua postingan bernada SARA tersebut memang dia yang buat,’’ kata Kapolres Barsel, AKBP Yussak Angga SIk MSi didampingi Wakapolres Kompol Agung Gde Wirata Anom, Kasat Reskrim AKP Tri Sugiyono SH saat press release di Mapolres induk Jalan Sukarno Hatta Desa Sababilah Buntok, Selasa (24/10)

Diringkusnya Kiki Parell, karena pemuda tanggung itu terbukti menebar ujaran kebencian (hate speech) terkait suku, agama, ras dan adat istiadat (SARA) di akun facebook miliknya sejak tanggal 19 – 22 Oktober 2017.

Kiki Parell harus mempertanggungjawabkan perbuatannya itu, karena ‘cuitan-cuitan’ bernada SARA yang dikumandangkannya telah melanggar hukum seperti diatur dalam Undang-Undang ITE (Informasi dan Transaksi Elektronik) yang berlaku dinegeri ini.

Menurut Kapolres mengutif keterangan tersangka Kiki Parell, perbuatan itu dilakukannya sendiri tanpa ada orang lain yang menyuruh atau menuntun.

Namun semata-mata karena dipicu perasaan emosi setelah melihat simbol agama keyakinannya ‘dilecehkan’ oleh postingan Hoax.

Sehingga Kiki Parell beranggapan agama tertentulah yang melakukan itu, kemudian dia balik menyerang.

Sejumlah barang bukti telah diamankan terkait aksi Kiki Parell seperti HP android merek Samsung.
Gambar seorang nabi bertuliskan pelecehan terhadap agama tertentu.

Gambar simbol keagamaan yang tersangka yakini dan terlihat dilecehkan.

Serta sejumlah postingan ujaran kebencian bernada SARA lainnya milik tersangka yang telah dicapture.

“Atas perbuatannya, tersangka bakal kita jerat terkait pelanggaran UU ITE pasal 28 dimana ancaman hukumannya paling lama enam tahun dan denda maksimal Rp1 miliar,’’ rinci Kapolres sembari mengingatkan kepada pengguna medsos untuk berhati-hati dan tidak sembarangan dalam memanfaatkan media tehnologi dan informasi di dunia maya.(adi/K-2)

Tag:
error: Kalimantan Post - Asli Koran Banua