• Hari ini : Sabtu, 21 Juli 2018

Penertiban Penambang Emas Menggunakan Alat Berat Terkesan Dibiarkan

Anggota SATPOL PP Cek Alat Tambang
Anggota SATPOL PP Cek Alat Tambang

Kasongan, KP – Penertiban penambangan emas Tanpa Ijin (PETI) yang dilakukan oleh tim terpadu akhir-akhir ini, rupanya mendapatkan reaksi dari sebagian penambang. Mereka meminta kepada tim terpadu, agar penertiban PETI yang dilakukan jangan pilih kasih.

Pasalnya banyak kegiatan PETI yang menggunakan alat berat di Katingan, justru terkesan dibiarkan dan tidak ditertibkan serta tidak diproses secara hukum.

“Yang ditangkap dan diproses secara hukum, malah para penambang tradisonal seperti kami ini yang hanya menggunakan peralatan dompeng.  Itu yang menggunakan alat berat seperti di Desa Tumbang Terusan Danum, Desa Talingke, daerah galangan Desa Hampalit, Kelaru, malah tutup mata. Kenapa Kami masyarakat bawah yang selalu menjadi tumbal dalam penertiban ini” kata Yanto Warga Katingan Kepada KP, Rabu (7/9).

Mereka tidak terima jika sistim penertiban yang dilakukan oleh tim terpadu, pilih kasih.

Yanto ingin, jika memang ingin memberantas kegiatan PETI, semuanya harus ditertibkan. Dan tidak boleh ada yang dilindungi.

“Jangan malah yang punya modal dengan alat beratnya, justru dibiarkan dan tidak tertibkan. Kita tidak tahu harus bagaimana lagi mengadu dengan kondisi yang seperti ini. Mereka yang menggunakan alat berat itu, juga tambang liar, dan tidak punya ijin. Kasihan kami pak, tidak ada yang bisa kami kerjakan lagi” sebutnya.

Dia juga memohon kepada Pemerintah Kabupaten Katingan yang telah membentuk tim terpadu dalam penertiban ini, supaya bisa menyikapi masalah ini secara bijak.

“Kita ingin ada solusi. Jika tidak ada solusi yang diberikan, seperti yang saya katakan tadi, tertibkan semua tanpa pandang bulu” tegasnya.

Wakil Bupati Katingan, Sakariyas SE, kepada {{KP]} disela kegiatan sidang paripurna DPRD Katingan menegaskan agar tim terpadu tak pilih kasih dalam penertiban Ileggal Mining ini.

“Apa lagi saya lihat di Sungai Katingan, itu namanya menantang” ucapnya.

Menurut dia, pihaknya menghimbau seluruh lapisan masyarakat, baik yang mengunakan peralatan tradisonal, maupun yang menggunakan alat berat hendaknya tak lagi melakukan aktifitas ileggal mining di Bumi Penyang Hinje Simpei ini.

“Ya paling tidak hingga Desember mendatang tak melakukan aktifitas lagi” ucapnya.

Ia juga mengharapkan kepada tim terpadu yang telah dibentuk itu, untuk melakukan sosialisasi larangan ileggal mining kepada seluruh lapisan masyarakat, sehingga mengutamakan tindakan pencegahan sebelum dilakukan penertiban. (isn/K-4)

Tag:,
error: Kalimantan Post - Asli Koran Banua