• Hari ini : Sabtu, 20 Januari 2018

Pengakuan Pembunuh di Lokasi Tabrakan Motor

Pelaku Junaidi (29),  ketika diintrogasi Kapolsek Kapolsekta Banjarmasin Barat, AKP Dese Yulianty SH didampingi Kanit Reskim, Ipda Sisworo Zulkarnain.
Pelaku Junaidi (29), ketika diintrogasi Kapolsek Kapolsekta Banjarmasin Barat, AKP Dese Yulianty SH didampingi Kanit Reskim, Ipda Sisworo Zulkarnain.

Banjarmasin, KP – Pelaku Junaidi (29), mengaku senjata tajam jenis pisau yang dibawanya saat itu bukan untuk digunakan membunuh.

Tapi hanya menakuti dan melukai saja supaya dirinya tak dipukuli oleh korban.

Pelaku ditangkap saat berada di rumah keluarganya di Jalan Purnasakti Banjarmasin Barat, Minggu malam (16/10), sekitar pukul 19.00 WITA.

Kapolsekta Banjarmasin Barat, AKP Dese Yulianty SH didampingi Kanit Reskim, Ipda Sisworo Zulkarnain, ketika dikonfirmasi membenarkan telah mengamankan pelaku.

“Ini atas kerja sama pihak keluarga yang mau menyerahkan pelaku kepada anggota,’’ ujar Kapolsek.
Pelaku diketahui warga Jalan Teluk Tiram Banjarmasin Barat, melakukan penganiayaan hingga meninggal dunia, Aat Titi Lestari (18), dan korban satunya mengalami luka ringan di bagian kaki bernama Hasan Jumaidi (36), keduanya diketahui bertempat tinggal di Jalan Tembus Mantuil Gang Perintis Banjarmasin Selatan.

“Saat itu aku juga sempat menjadi korban pengeroyokan terhadap dua korban dan kakak. Padahal aku hendak meluruskan persoalan tabrakan yang terjadi,’’ tambah pelaku Junaidi, seharinya penjaga di salah satu tempat billiar.

Namun, lain ceritanya dalam musibah di kawasan Jalan Dahlia Raya Banjarmasin Barat, Sabtu (15/10) malam lalu, sekitar pukul 22.00 WITA.

“Memang aku dengan kedua korban awalnya cecok mulut masalah serempetan sepeda motor. Aku heran bahwa keponakan aku, Yudha dipukul kedua korban, dann langsung mendatangi ke tempat aku kerja,’’ ujarnya.

Kemudian mendatangi ke Tempat Kejadian Pekara (TKP) dengan membawa belati kecil, bukannya memberikan solusi untuk mengganti rugi.

“Tetapi aku langsung diserang oleh korban dengan memukul menggunakan tangan kosong, aku sempat terjatuh menghindari pukulan. Setelah itu baru aku mengeluarkan sajam, supaya keduanya tak memukuli aku lagi, dan korban tetap hendak memukuli langsung tertikam sajam yang aku pegang,’’ ujarnya.

“Ke kakak korban, Hasan langsung aku layangkan sajam ke bagian kaki,’’ ujarnya lagi.

Dari pemberitaan sebelumnya, saat itu korban bersama kakaknya Hasan Jumaidi, naik sepeda motor.

Tepat di Jalan Dahlia Banjarmasin Barat, diduga tanpa sengaja tabrakan dengan motor yang dikendarai Yuda.

Tak puas dengan ‘adu mulut’ dengan korban. Yuda memanggil sang paman yakni, Junai. (fik/K-4)

error: Kalimantan Post - Asli Koran Banua