• Hari ini : Rabu, 15 Agustus 2018

Pengamanan di Bandara Syamsudin Noor Diperketat

Banjarbaru, KP – Bandara Syamsudin Noor meningkatkan keamanan sebagai upaya antisipasi ancaman di ruang publik bandara pasca terjadinya peristiwa ledakan bom di Surabaya. Rapat koordinasi pun digelar guna membahas sejumlah hal terkait yang dihadiri mitra kerja Bandara Syamsudin Noor, mulai dari anak perusahaan PT Angkasa Pura I, pengelola maskapai, Pertamina, catering, Selasa (15/5).

General Manager Bandara Syamsudin Noor, Wahyudi mengatakan, keamanan adalah tanggung jawab bersama, harus duduk bersama untuk mengantisipasi terjadinya hal-hal tidak diinginkan.

“Dukungan TNI dan Polri kita perlukan untuk pengamanan,’’ ujarnya.

Dia menjelaskan, penambahan pengamanan dari Bandara Syamsudin Noor pun telah berjalan sejak Minggu, 13 Mei 2018 yang dilaksanakan berdasarkan Instruksi Direktur Jenderal Perhubungan Udara guna memperketat pengamanan di seluruh bandara dan fasilitas penerbangan.

“Namun kami juga mengajak kepada seluruh mitra kerja berpartisipasi dalam pengamanan tersebut,’’ tandasnya.

Untuk hal-hal lain terkait keamanan, apabila melihat orang-orang yang dicurigai dan menemukan barang-barang yang ditinggalkan sengaja/tidak bertuan, agar segera melaporkan kepada Airport Security dan pihak keamanan lainnya yang berada di sekitarnya.

Mitigasi keamanan di Bandara Syamsudin Noor yang tengah dilaksanakan, berupa penambahan personil keamanan TNI AU Sjamsudin Noor sebanyak 6 orang, sedang Polres Banjarbaru sebanyak 5 orang. Mereka ditempatkan di sejumlah wilayah, diantaranya main gate sisi udara, toll gate masuk kendaraan roda 4, patroli parimeter, patrol terminal kargo dan titik-titik strategis lainnya.

Terkait pemeriksaan kendaraan secara random, sejauh ini tidak mengganggu flow kendaraan.

Manajemen Bandara Syamsudin Noor menghimbau kepada calon penumpang pesawat agar tiba di bandara lebih awal sebelum jadwal keberangkatan untuk mengantisipai potensi terjadinya penumpukan kendaraan masuk.

Manajemen Bandara Syamsudin Noor juga menyampaikan upaya-upaya lain yang sudah dilakukan guna mendukung peningkatan keamanan, mulai dari briefing dengan stakeholder, mengkoordinasikan dengan Pertamina untuk lebih ketat terhadap pemeriksaan dan penjagaan depo pengisian bahan bakar pesawat, peningkatan patroli di area antara Security Check Point 1 dan 2 serta memastikan lampu penerangan, khususnya di area parkir memadai.

“Sehingga setiap pergerakan dapat terlihat dengan jelas. Selanjutnya manajemen siap menindaklanjuti laporan yang masuk terhadap hal-hal mencurigakan,’’ kata Wahyudi.(wan/K-5)

loading...
error: Kalimantan Post - Asli Koran Banua