• Hari ini : Jumat, 19 Oktober 2018

Pengembangan Sektor Pariwisata Terus Digenjot

Sekdaprov Kalsel memberikan arahan agar penataan pariwisata lebih dipertajam lagi,  sehingga menjadikan sektor ini unggulan untuk perekonomian daerah

Banjarmasin, KP – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan terus berupaya mengurangi ketergantungan terhadap sektor pertambangan, kini perekonomian Kalsel mulai diarahkan ke sektor non tambang yang meliputi pariwisata, pertanian, kehutanan, dan perdangan serta industri.

Sektor pariwisata akan terus didorong dan menjadi primadona, beberapa kawasan wisata tersebut seperti Pasar Terapung, Lembah Kahung, Loksado, dan yang lainnya terus dipromosikan.

Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Selatan Drs. H Abdul Haris M. Si mengatakan, , Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan terus berupaya meningkatkan dan mendorong tumbuhnya sektor-sektor lain, untuk mengurangi dominasi sektor lapangan usaha pertambangan.

“Sektor tambang sangat dipengaruhi ekonomi dunia, sehingga saat terjadi penurunan harga hasil tambang maka berdampak pada pertumbuhan ekonomi di daerah,” ucapnya saat rapat konsultasi analisis ekonomi regional PDRB se Kalimantandi salah satu hotel di Banjarmasin, Rabu (10/10).

Dikatakan sekda, Kalimantan Selatan memiliki banyak potensi wisata yang bisa dioptimalkan. s

Seperti wisata alam, wisata religius, maupun wisata kuliner. “Saya kira wisata seperti Lembah Kahung di mana di dalamnya ada pohon besar, di mana perlu belasan orang untuk dapat memeluk pohon tersebut, potensi itu harus bisa kita optimalkan, selain itu, Kalimantan Selatan juga memiliki wisata religius, di mana ketika haul Abah Guru Sekumpul dilaksanakan mampu menarik jutaan jemaah, ini saya kira yang perlu dipikirkaan, dikemas dengan lebih baik untuk meningkatkan perekonomian daerah,” ucapnya.

Menurut sekda, rapat konsultasi analisis ekonomi regional PDRB se Kalimantan memiliki peran penting untuk mengidentifikasi peran pariwisata dan ekonomi digital sebagai alternatif penunjang pertumbuhan ekonomi daerah di kalimantan dalam perspektif pengukuran ekonomi (pdrb). Upaya ini sesuai dengan visi pembangunan Kalimantan Selatan yang maju dan terdepan, lebih sejahtera, berkeadilan, berdikari, dan berdaya saing.

Sementara itu, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Provinsi Kalimantan Selatan, Nurul Fajar Desira mengatakan data statitik PDRB merupakan aspek penting dalam menyusun program dan kegiatan. Data statistik PDRB tersebut setiap tahun dihitung dan diperlukan guna mendapatkan data terbaru lebih valid dan dapat dipertanggungjawabkan.

Menurutnya, pulau Kalimantan memiliki sumber daya yang belum dioptiamalkan sepenuhnya, salah satunya adalah sektor pariwisata. Oleh karena itu untuk mendapatkan rumusan kebijakan perekonomian regional Kalimantan melalui pergeseran paradigma pemanfaatan sumber daya alam yang tidak dapat diperbaharui ke sumber daya alam yang dapat diperbaharui serta jasa lingkungan dengan berbasiskan ekonomi digital sehingga dapat memperluas analisis terhadap indikator ekonomi yang secara langsung memberikan manfaat sebagai masukan dalam pengambilan kebijakan ekonomi daerah.

Dikatakan Fajar, langkah nyata untuk menjadikan pariwisata sebagai salah satu tumpuan ekonomi dengan menjadikan Tahun 2020 sebagai tahun kunjungan wisata Kalimantan Selatan.

“Langkah nyata yang dilakukan Pemprov Kalsel adalah menjadikan tahun 2020 sebagai tahun kunjungan wisata, jadi tahun 2020 itu nanti dari bulan Januari sampai Desember itu akan digelar kegiatan, digelar festival di semua Kabupaten Kota se Kalsel, itulah momentum pertumbuhan ekonomi dari sektor pariwisata,” ucapnya.

Sedangkan Deputi Bidang Statistik Sosial Statistik BPS Margo Yuwono menyarankan, agar penggunaan APBN maupun APBD diprioritaskan pada pembangunan infrastruktur dan pengembangan Sumber Daya Manusia guna menunjang sektor pariwisata dan ekonomi digital.

“Ketika sumber daya alam yang masih bisa digunakan dengan cara bijaksana, kita berharap hasilnya akan dimanfaatkan ke infrastuktur guna mendukung pengembangan pariwisata dan ekonomi digital,” ucapnya. (humpro/mns/K-2)

loading...
error: Kalimantan Post - Asli Koran Banua