• Hari ini : Rabu, 24 Januari 2018

Penggiat Pajak Sasar Para Pelajar

Siswa SMKN 1 Banjarmasin diberikan pemahaman arti pentingnya pajak, untuk pembangunan negara, pada sosialisasi pajak.

Banjarmasin, KP – Tidak ada orang dewasa dan wajib pajak lainnya yang menjadi incaran para penggiat pajak. Namun, para pelajar juga menjadi incaran mereka. Salah satunya, adalah para pelajar di SMKN 1 Banjarmasin.

Jika para orang dewasa dan pengusaha diincar untuk menyelesaikan pembayaran pajak, maka tidak demikian bagi para pelajar tersebut.

Akan tetapi, oleh Kantor Pelayanan Pajak Pratama Banjarmasin, para pelajar tersebut diberikan pemahaman pentingnya pajak bagi pembangunan.

“Sejak dini mereka dikenalkan pajak. Itu dalam rangka program generasi emas 2045, mereka akan menjadi orang generasi emas tersebut, generasi emas pada saat usia mereka produktif nanti. Sekarang, mereka belum bayar tapi memanfaatkan hasil pajak. Yaitu beasiswa dan pembangunan sekolah. Kita berharap, dengan masuk sekolah menyadarkan mereka saat nanti mereka menjadi wajib pajak,’’ ujar Kasi Pengawasan dan Konsultasi II KPP Banjarmasin, Budi Hariawan, di dampingi Kasi Penagihan, Muajiz, di sela sosialisasi di SMKN 1 Banjarmasin, Jumat (11/8).

“Kami masuk ke sekolah-sekolah sebagai upaya penanaman penyadaran secara dini kepada siswa. Pajak akan dimasukan dalam kurikulum pendidikan, saat ini program disiapkan baik metode dan sarana prasarana. Ini kerjasama Ditjen Pajak dengan Kemendikbud dan Kemenristek Dikti,’’’ timpal Muajiz.

Sementara itu, Wakil Kepala SMKN 1 Banjarmasin Bidang Kesiswaan, Mahfuddin mengharapkan, para siswa di sekolah tersebut nantinya menjadi orang patuh terhadap pajak.

Terkait masuknya program pajak ke kurikulum, ia menyebut sudah siap melaksanakan.

“Tapi nanti menunggu petunjuk teknis dari pemerintah dulu. Yang jelas kami siapkan kegiatan yang seperti ini dulu. Ini kan sama saja masuk kurikulum juga pendidikan kesadaran pajak,’’ tuturnya.

Pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2017 ini, dari Rp1.750 triliun, didominasi sektor pajak.

Yaitu Rp1.499 triliun atas dikisaran 85 persen. Namun, permasalahan di bidang perpajakan justru berasal dari masyarakat yang sadar melakukan pembayaran.

Oleh karenanya, saat para siswa ini menjadi wajib pajak diharapkan tingkat kesadaran tinggi. (mns/K-2)

error: Kalimantan Post - Asli Koran Banua