• Hari ini : Selasa, 23 Januari 2018

Pengguna Narkoba di Kalsel Sangat Tinggi

Penandatanganan bersama untuk serius menangani Narkoba di daerah ini. (KP/Opiq)
Penandatanganan bersama untuk serius menangani Narkoba di daerah ini. (KP/Opiq)

Banjarmasin, KP – Angka penggunaan narkotika di Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel), terbilang sangat tinggi. Dari hasil penelitian pada 2015 lalu, ada 55 ribu penyalahguna narkotika. Angka itu dipastikan lebih.

Sebab angka riil penyalahguna narkoba masih tidak terdeteksi secara pasti. Angka 55 ribu di tahun 2015 itu, berdasarkan penelitian BNNP Kalsel dan Universitas Indonesia (UI). Namun, jelas Kepala BNNP Kalsel, Kombes Pol Arnowo, angka tersebut disinyalir terus bertambah di tahun 2016 ini.

Untuk mengetahui data rill pengguna Narkoba di Kalsel, terang Arnowo, didapat ketika dilakukannya assessment terhadap pengguna Narkoba.

“Dari data kami yang melakukan rehabilitasi jumlahnya mencapai 3 ribu orang. Namun, saya yakini pengguna lebih dari itu jika dibandingkan dari hasil penelitian,’’ terang Arnowo, di sela puncak peringatan Hari Anti Narkotika Internasiola (HANI) tahun 2016, di Taman 0 Kilometer, Sabtu (17/12).

Sayangnya, dia tak bisa membandingkan angka pengguna Narkoba di tahun sebelumnya. Pasalnya, program assessment ini baru dilakukan tahun 2015 lalu.

“Angka pengguna dan penyalahgunaan Narkoba sebelum 2015 tak bisa diketahui secara rill, karena belum ada program rehabilitasi,’’ tukasnya. Pada peringatan HANI sendiri diisi dengan pagelaran seni dan budaya. Puluhan pelajar di Banjarmasin ikut dilibatkan.

Pertunjukan seni dan budaya ditekankan pada tema memerangi Narkoba. Salah satunya, aksi dari kumpulan pelajar di kota ini. Mereka menampilkan aksi teater yang menceritakan, temannya terlibat narkoba dan harus ditangani dengan serius sebelum melibatkan teman yang lain. Peringatan HANI 2016 di Kalsel, ditutup dengan dilakukannya ikrar dan penandatanganan bersama untuk serius menangani Narkoba di daerah ini.

Disinggung aksi seni dan budaya yang dilakukan pada peringatan HANI 2016 ini, Arnowo menyebut, agar masyarakat, khususnya para pelajar bisa berperan aktif di seni dan budaya, supaya bisa terhindar dari bahaya Narkoba. “Dilibatkannya anak-anak ini agar mereka lebih mengetahui bahaya Narkoba,’’ tandasnya.

Sementara, Gubernur Kalsel melalui Kepala Kesatuan Bangsa dan Politik Kalsel, Hermansyah Manaf mengatakan, peran aktif keluarga adalah yang terpenting untuk melawan Narkoba. Apalagi, demi terciptanya generasi emas, generasi sehat tanpa Narkoba. “Jika semakin marak, ini suatu ancaman hilangnya generasi emas bangsa kita,’’ ujar Herman. (mns/K-2)

error: Kalimantan Post - Asli Koran Banua