• Hari ini : Selasa, 20 Februari 2018

Penguras Uang di Empat ATM Di dor

Komplotan penguras uang pada empat ATM, ditembak dan, Kamis (24/8) digiring ke Mapolda Kalsel.

Banjarmasin, KP – Komplotan penguras uang pada empat ATM (Anjungan Tunai Mandiri) di daerah ini, berakhir dengan di dor (ditembak,red).

Tiga pelaku itu yakni Jefri (26) dan Iwan (29), keduanya warga  perbatasan Palembang dan Jambi, sedangkan satu lagi bernama A Gapuri (46), warga Jalan Cendana Samarinda Kalimantan Timur.

Semuanya digiring ke Mapolda Kalsel, Kamis (24/8) dan dilakukan pemeriksaan intensif di Dit Reserse Kriminal Umum Kepolisian Daerah Kalimantan Selatan (Dit Reskrimum Polda Kalsel).

Ketiganya luka tembak di bagian kaki, karena mencoba kabur ketika diminta tunjukan barang bukti dan ada saat penangkapan.

Dari keterangan, pelarian ketiga kawanan pembobol ATM ini terhenti di wilayah Samarinda Kalimantan Timur, setelah tim gabungan dari Polda Kaltim dan Resmob Polda Kalsel, menggerebek tempat persembunyian para begundal ini, Selasa lalu (22/8).

“Pelaku beraksi membobol ATM di wilayah hukum Polda Kalsel. Ketika tersangka mengakui perbuatan mereka, dan memiliki peran masing-masing,’’ ujar salah satu anggota untuk tersangka A Gapuri peran sebagai sopir, sedangkan Iwan sebagai pembantu.

Untuk eksekusi dilakukan tersangka Jefri, modusnya cukup mudah, pelaku mengambil uang dengan menggunakan kartu ATM, kemudian begitu uang keluar, pelaku memberi ganjalan agar pintu keluar uang tetap terbuka hingga berhasil mengusas uang dalam jumlah besar.

Pengakuan Jefri, tahu semua itu belajar dari teman saat berada di Lembaga Pemasyarakatan.

“Saya belajar sama teman waktu sama-sama di penjara,’’ ucap Jefri.

Jefri mengatakan kalau hasil dari tindak kejahatan mereka bagi sama rata masing-masing Rp10 juta.

“Modus yang dilakukan peleku memang cukup rapi, karena tidak merusak mesin ATM, bahkan dari empat TKP ada satu ATM yang banyak dikuras uangnya yakni ATM Mandiri di Gambut, Kabupaten Banjar Rp65 juta. Sedangkan yang lainnya ATM BNI Ulin Rp1,5 juta, ATM BRI di Qmall Rp5 juta dan
ATM BRI SPBU Belitung Rp3 juta. Untuk wilayah Kaltim tersangka mengaku sempat sekali melakukan aksinya.” (K-4)

error: Kalimantan Post - Asli Koran Banua