• Hari ini : Sabtu, 20 Januari 2018

Penikam Juragan Pupuk Ditangkap

Kuala Kapuas, KP – Setelah sekitar lebih dari seminggu dikejar, jajaran Polsek Kapuas Hilir dibantu Reskrim Polres Kapuas berhasil mengamankan seorang lelaki berkulit gelap. Dia adalah Pandi (35), warga Gang Berasau, Kelurahan Mambulau, Kecamatan Kapuas Hilir, Kota Kuala Kapuas.

Lelaki itu kini mendekam di sel tahanan polisi, dibekuk petugas Kepolisian. Ketika ditanya ke mana saja kabur usai melukai korban juragan pupuk ernama H Mashuri (67), dengan enteng Pendi mengaku masih di kawasan tempat tinggalnya.

“Setelah saya menikam korban, saya tidak kabur ke mana-mana dan saya pulang ke rumah. Kejadian itu saya lakukan dengan seorang teman saya. Saat itu dia menunggu di luar rumah korban,” ungkap Pandi yang kini sudah jadi tersangka.

Disinggung barang apa saja yang sempat diambil tersangka dalam perampokan itu, Pandi mengelak kalau dirinya merampok.

“Kejadian itu bukan perampokan. Saya sudah lama sakit hati kepada korban, yakni masalah tanah. Sehingga saya sengaja melukai H Mashuri. Niat saya tidak merampok, tapi hanya untuk melukai korban saja,’’ jawab Pandi sambil menunduk.

Kapolsek Kapuas Hilir, Iptu Dalino mengatakan, untuk penangkapan tersangka dibantu jajaran Reskrim Polres Kapuas. Apapun alasan tersangka, pihaknya tetap menjeratnya dengan pasal tentang percobaan perampokan. Tersangka Pandi ini adalah mantan buruh korban.

“Selama tersangka bekerja di tempat korban, tahu betul seluk-beluk di rumah korban. Apalagi gudang pupuk lokasinya bersebelahan dengan rumah korban,’’ kata Kapolsek.

Pihaknya kini masih mencari informasi keberadaan rekan tersangka yang diduga kabur ke daerah Batulicin, Kalsel.

Diketahui, seorang juragan pupuk di Kapuas, bernama H Mashuri mengalami luka di beberapa bagian tubuhnya akibat bergumul dengan seorang pelaku perampok yang menyatroni rumahnya, Jumat (11/12) dini hari, sekitar pukul 02.00 WIB.

Korban yang warga Kelurahan Mambulau RT01, no 16, Kapuas Hilir Kota Kuala Kapuas ini tak mengira perampok masuk ke rumahnya.

Pengakuan korban yang ditemui di ruang Angrek, RSUD dr H Soemarno Kuala Kapuas mengatakan, rumahnya bersebelahan dengan gudang pupuk dan gudang padi. Beberapa jam sebelum kejadian korban mengaku gelisah.

Biasanya dia tidur di dalam kamar bersama istrinya, namun malam itu H Mashuri justru tidur di ruang tengah dengan memakai kelambu sambil menonton tayangan televisi. Sementara istrinya bernama Hj Mis Suharti tidur di kamar.

“Menjelang dinihari pukul 02.00 WIB, saya tak mengira ada orang tak dikenal masuk ke dalam kamar dan lelaki itu langsung menyerang saya,’’ ungkapnya.

Mengetahui dirinya diserang, kakek tersebut langsung bergumul dengan penjahat dan korban merangkul tubuh pelaku dengan maksud agar tidak kabur. Namun tak diduga pelaku menusuk korban ke bagian punggung, hingga korban mengalami luka-luka.

Diterangkan korban, pada kejadian itu dirinya juga sempat dipukul pelaku menggunakan tangan kosong ke bagian wajah, mengakibatkan kelopak mata
sebelah kirinya bengkak dan lebam-lebam. (net/K-4)

error: Kalimantan Post - Asli Koran Banua