• Hari ini : Minggu, 21 Januari 2018

Penjual dan Belasan Anak Keracunan Pentol

Diantara anak yang dibawa ke petugas medis karena keracunan pentol.
Diantara anak yang dibawa ke petugas medis karena keracunan pentol.

Kandangan, KP – Belasan anak warga Desa Bajayau diduga keracunan akibat makan pentol. Terdapat 12 anak umur antara 10 bulan hingga 10 tahun mengalami muntah-muntah, dan tubuhnya yang lesu.

Korban keracunan pentol di Negara tepatnya di Desa Bajayau Kecamatan Daha Barat terjadi pada Rabu lalu, (5/10) sekitar pukul 17.30 WITA.

Tak hanya para anak anak yang jadi korban, Namun si penjual pentolnya, Arun juga mengalami keracunan.

Arun warga Desa Samuda Rt 8 Kecamatan Daha Selatan juga mengalami gejala yang sama dengan anak-anak yang keracunan setelah membeli daganggannya.

Arun mencicipinya juga. Ia merasa pusing dan muntah-muntah, setelah ikut memakan pentolnya, dan kini mendapatkan perawatan tim medis dari daerah setempat.

Arun mengaku, mendapatkan bahan dagangannya berupa pentol dari Syahran (46) yang juga warga Desa Samuda.

Dari keterangan Raudah salah seorang warga, menceritakan, sekitar pukul 15.30 WITA, tiba-tiba warga dan orang tua panik, karena anak-anak mereka tiba-tiba muntah-muntah setelah menyantap pentol yang dibeli dari seorang pedagang yang lewat.

“Pentolnya pas kita liat tadi seperti sudah berlendir,’’ ceritanya.

Menurut dia, pedagang  pentol tersebut baru beberapa hari berjualan di wilayah Bajayau.

“Pamannya (pedagangnya, orang baru berjualan disini,’’ ujarnya lagi.

Sementara itu, Kasus keracunan jajanan pentol yang mengakibatkan puluhan anak terpaksa di Rumah Sakit mendapat perhatian serius dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Hulu Sungai Selatan (HSS).

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) HSS, Siti Zainab menjelaskan bahwa pentol dan saos dari bahan jualan pentol pedagang telah diambil sampelnya untuk dikirim ke laboraturium di Banjarmasin untuk penyebab keracunan yang dialami belasan anak.

“Hasilnya diperkirakan satu minggu ke depan baru diketahui dan untuk pengobatannya bagi korban gratis karena merupakan kejadian luar biasa keracunan pangan serta korbannya lebih dua orang,’’ ujarnya saat rakor bersama Bupati HSS, H Achmad Fikry di Aula Hotel Ramu Kandangan.

Dan dalam perawatan bagi anak yang keracunan tersebut sembilan anak dirawat di puskesmas negata dan tiga anak dirawat di Rumah Sakit Pratama.

“Semua pasien sudah tertanggulangi, kondisi sudah membaik, mari kita bersama menjaga kualitas jajanan anak kita, semoga kasus ini tidak terulang lagi. Kepada mereka yang memiliki usaha makanan agar memperhatikan kualitas dan kebersihan makanan yang akan mereka jual. Jika hal ini dilakukan keracunan makanan pasti tidak akan terjadi lagi,’’ harap dr Siti Zainab.

Di tempat berbeda Kapolres HSS AKBP Sukendar Eka Ristyan Putra melalui Kasubbag Humasnya AKP Agus Winartono juga membenarkanadanya kejadian. (noi/K-4)

error: Kalimantan Post - Asli Koran Banua