• Hari ini : Sabtu, 20 Januari 2018

Penjual Jamu Dibunuh di Depan Istri

9-3-klm-tewas

SAMPIT – Penjual jamu, Mulidin (54) tewas disabet celurit saat mengendarai sepeda motor dalam perjalanan pulang ke rumah, usai berjualan jamu, Minggu malam (27/11).

Kirban, warga Gang Gambut, Jalan Kapten Mulyono, Kelurahan Mentawa Baru Hilir, Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), tewas di Tempat Kejadian Perkara (TKP). Pelaku, dua pria bercelurit kabur.

“Korban langsung tewas di tempat, akibat sabetan senjata tajam, oleh dua orang pelaku yang masih kami selidiki,’’ kata Kapolres Kotim, AKBP Hendra Wirawan melalui Waka Polres Kotim, Kompol Bronto Budiono, Senin (28/11).

Kasus pembunuhan tersebut masih didalami polisi. Mereka memeriksa sejumlah saksi yang melihat kejadian berdarah itu.

Aparat juga memintai keterangan istri dan adik korban, yang juga melihat langsung aksi pembunuhan tersebut.

“Untuk motif masih kami dalami, sambil menunggu pelaku tertangkap,’’ ungkap Bronto.

Pada Minggu malam, pukul 22.30 WIB itu, usai berjualan jamu di Jalan Kapten Mulyono, Mulidin bergegas pulang bersepeda motor dipenuhi barang-barang peralatan berjualan.

Sedangkan istri dan adiknya mengiringi di belakang dengan berjalan kaki.

Tidak jauh masuk dari gang rumahnya, dari arah berlawanan dua orang pria menggunakan motor Jupiter begitu saja menebaskan celurit ke wajah dan leher korban.

Istri dan adiknya kaget dan histeris menyaksikan kejadian itu.

Karena ketakutan dan bersembunyi menyelamatkan diri ke semak-semak yang berada di samping jalan itu.

Mendapat serangan senjata tajam seperti itu, korban tersungkur di jalan, sedangkan dua pelaku kabur.

Melihat ada kesempatan, istri dan adik korban meneriaki pelaku, maling. Warga sekitar keluar rumah, berupaya mengejar pelaku.

Namun mereka tak berhasil menangkap dua pelaku kekerasan tersebut.

“Pelaku menebaskan celurit ke leher suami saya. Setelah itu mereka kembali hendak menyerang kami, namun saya dan adik masuk ke semak-semak. Hal itu membuat kedua pelaku kabur,’’ terang Martini (40), istri korban.

Martini menceritakan, suaminya sempat mendapat ancaman akan dibunuh oleh orang tidak dikenal.

Hal itu terjadi karena sang anak yang bekerja di Malaysia pernah berkelahi dengan tiga orang rampok yang mendatangi rumah majikannya. Salah satu dari tiga perampok itu, tewas.

“Selama ini suami saya tidak pernah cekcok dengan siapa-siapa, namun beberapa waktu lalu anak saya pernah memberitahu ada ancaman ayahnya akan dibunuh,’’ kata Martini.

Aksi pembunuhan itu sendiri sempat membuat gempar warga sekitar. Bahkan banyak dari mereka yang langsung keluar rumah untuk melihat langsung kejadian tersebut. (net/K-4).

error: Kalimantan Post - Asli Koran Banua