• Hari ini : Senin, 19 Februari 2018

Penyetrum Ditangkap dengan Tombak Masih Tertancap di Pinggang

Penyetrum yang masih tertancap tombak di pinggang.

BANJARMASIN, KP – Satu pelaku penyetrum ikan di Danau Bangkau berhasil diamankan Sat Polair yang bertugas di Polresta Hulu Sungai Selatan (HSS) bersama warga. Walau penyetrum memakai basal (sabuk kebal) tetap digelandang dengan serapang (tombak mata tiga-empat) yang masih menancap di bagian pinggang.

Kejadian bermula, ketika sepuluh warga mendampingi tiga petugas Sat Polair, Brigadir Aris, Bharatu Zaki dan Bharatu Wahyuni melakukan patroli rutin di Danau Bangkau, Rabu (18/10), sekitar pukul 04.00 WITA.

Patroli terbagi dua unit speed boat, setelah sampai di danau bangkau pukul 05.45 WITA, petugas bersama warga mendapati tiga orang melakukan penyetruman ikan mengunakan tiga buah kletok (kapal).

Mengetahui kedatangan petugas, dua pelaku berhasil kabur. Tapi satu penyetrum yang diketahui bernama Arpani (29), tidak bisa melarikan diri.

Sebenarnya pelaku yang juga warga Desa Batang Alai RT 06 Kecamatan Daha Utara, HSS ini berusaha melarikan diri dengan menabrakan klotok ke speed boat ditumpangi petugas. Beruntung petugas bisa menghindar, dan balik melakukan pengejaran.

Setelah kejar-kejaran dengan petugas, klotok yang dikemudikan pelaku kehilangan kendali masuk kedalam semak belukar.

Masyarakat yang sudah tersulut emosi langsung menghakimi pelaku.

Emosi warga turun, setelah petugas Sat Polair menenangkan. Pelaku yang mengalami luka kemudian dievakuasi ke Desa Bangkau dan selanjutnya pelaku di bawa ke Rumah Sakit Brigjend H Hasan Basry Kandangan.

Kemudian di rujuk ke Rumah Sakit Ulun di Banjarmasin, Rabu, (18/10).

Bersama pelaku penyetruman diamankan satu kelotok, satu unit genset merk Nooiwa, ember berisi Ikan hasil setruman, serok ikan, kerangjang ikan, dan satu kotak berisikan rangkaian alat setrum ikan ditambah satu serapang

Hal ini dibenarkan Kepala Desa Bangkau Ardiansyah. Bahkan, ia mengaku melihat secara langsung pelaku memakai basal hitam.

Sekadar diketahui, pelaku penyetruman mengalami luka tombak di bagian paha dan punggung. Alat yang melukai pelaku penyetruman merupakan serapang.

Hingga berita ini diturunkan, Polres HSS masih melakukan penyelidikan dan pemeriksaan kepada sejumlah saksi terhadap penyetruman yang terjadi di Danau Bangkau. (noi/K-4)

error: Kalimantan Post - Asli Koran Banua