• Hari ini : Senin, 23 April 2018

Penyuluh Perikanan Tanbu Ikuti Pelatihan di Semarang

FOTO BERSAMA. (KP/Ist)
FOTO BERSAMA. (KP/Ist)

Batulicin, KP – Melalui Badan Pelaksana Penyuluh Pertanian Perikanan dan Kehutanan (BP4K), Pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu (Pemkab Tanbu) mengirim 2 (dua) tenaga Penyuluh Perikanan untuk mengikuti Pelatihan, di Semarang, Jawa Tengah.

Pegiriman dua tenaga penyuluh perikanan tersebut ditugaskan untuk mengikuti pelatihan Peran Kawasan Konservasi Perairan Bagi Perikanan Berkelanjutan dan Uji Kompetensi MUK MPA101. Dikirimnya dua tenaga penyuluh tersebut juga merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah guna mendukung kegiatan pelestarian sumberdaya hayati dan eksosistemnya di Kawasan Konservasi Taman Wisata Perairan (TWP) Kabupaten Tanah Bumbu.

Dua tenaga penyuluh perikanan yang di kirim tersebut yaitu Eko Prio Raharjo,S.Pi selaku Koordinator Penyuluh Perikanan, dan Ryan Erwan Noor. S,S.Pi selaku Penyuluh Perikanan Angsana.

“Kegiatan pelatihan dilaksanakan oleh Coral Triangle Cente yang berdomisili di Sanur, Bali.  Pelatihan ini dilaksanakan di Jawa Tengah selama 4 hari dari tanggal 28 November sampai 1 Desember 2016. Sedangkan Uji Kompetensi dilaksanakan selama 2 hari dari tanggal 2 hingga 3 Desember 2016 dengan biaya yang dibebankan dari anggaran CTC,” kata Eko.

Selain Tanah Bumbu, pelatihan ini diikuti oleh 25 peserta yang terdiri dari 24 orang penyuluh perikanan dan 1 orang pihak dari Dinas Kelautan dan Perikanan.

Adapun peserta pelatihan lainnya berasal dari Pusluhdaya-KP, Setbakorluh Jawa Tengah, Setbakorluh Kalsel (Tanah Bumbu dan Kotabaru), BP2KP Batang, BKPP Pekalongan, DPPK Pekalongan, BP4K Tegal, DKP Brebes, DKP Kebumen, Dispernak KP Purworejo, BP2KP Cilacap, BKP dan P4K Rembang, DKP Rembang, DKP Pati dan DKP Jepara.

Semetara itu Adapun tujuan pelatihan tersebut ujarnya, yaitu agar peserta mendapat pengetahuan dasar tentang kawasan konservasi di wilayah pesisir dan pulau-pulau kecil,  Peserta mendapat pengetahuan tentang peran dan manfaat kawasan konservasi bagi lingkungan dan masyarakat, terutama bagi perikanan berkelanjutan dan pariwisata.

Selain itu,  peserta juga dapat berperan aktif dalam rangka mensosialisasikan pengetahuan dasar tentang kawasan konservasi perairan melalui materi penyuluhan, serta Penyusun modul mendapat masukan untuk perbaikan (finalisasi) kurikulum dan pelatihan.

Eko menambahkan  dengan mengikuti pelatihan ini, pengetahuan dan pengalamannya jadi bertambah.  Pasca pelatihan ini ia bertekad akan mengaplikasikan ilmu  yang didapat di wilayah binaannya kelak, yaitu di Kawasan Konservasi Taman Wisata Perairan (TWP) Kabupaten Tanah Bumbu, yang wilayahnya meliputi kecamatan Sungai Loban hingga Angsana nantinya.

Sementara itu, Hesti Widodo,S.Pi,MM,M.Res selaku Training Learning Manager, mengatakan kegiatan pelatihan ini khusus dirancang untuk penyuluh perikanan dalam rangka meningkatkan sikap dan keterampilannya agar bisa lebih berperan aktif dalam kegiatan konservasi di seluruh Indonesia.

Diharapkan dengan kegiatan ini para penyuluh perikanan dapat bekerja sama dan bersinergis dengan dinas dan stakeholder terkait yang ada di wilayah kawasan konservasi perairan di seluruh Indonesia ujarnya. (han)

Tag:
error: Kalimantan Post - Asli Koran Banua