• Hari ini : Selasa, 17 Juli 2018

Peraturan Penggolongan Narkotika Disosialisasikan

SOSIALISASI – Peraturan Menkes. (KP/Novendra)

Amuntai, KP – Guna memberikan informasi ke seluruh lapisan masyarakat di Kabupaten Hulu sungai Utara (HSU) tentang Perubahan penggolongan narkotika pada Peraturan Menteri Kesehatan RI No 7 Tahun 2018 disosialisasikan.

Sosialisasi yang dilaksanakan oleh Polres HSU pekan tadi bekerjasama Dinas Kesehatan dan Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) yang dilaksanakan di Aula Mapolres HSU,

kegiatan sosialisasi ini mengundang Persatuan Kepala Desa Se Kabupaten HSU, Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM), mahasiswa dan tokoh masyarakat serta tokoh agama. rehabilitasi.

Kasat Narkoba Polres HSU AKP Sapari dalam paparannya menjelaskan berbagai macam jenis narkoba beserta dengan penanganan hukumnya.

Tentang diterbitkannya Permenkes RI NO 7 Tahun 2018 tentang perubahan penggolongan Narkotika diantaranya adalah Karisoprodol dimasukkan dalam narkotika belum bisa dilaksanakan sebagai tindak lanjut pidana Narkotika UU no 35 Tahun 2009.

“Belum bisa diterapkan karena Karisoprodol yang terkandung dalam zenith atau carnophen kandungannya bervariasi, selain karisoprodol mengandung juga paracetamol dan caffeine,” ungkapnya.

Alasan lain adalah uji laboratorium dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) selama ini hanya untuk mengetahui kandungan dari karisoprodolnya dan untuk mengetahui kadar berat dalam zenith atau carnophen diperlukan waktu yang lama.

“Sedangkan dalam penyidikan SPDP dalam waktu tujuh hari harus segera dikirim dan BPOM belum siap menerapkan Permenkes RI No 7 Tahun 2018 tersebut,” ungkapnya.

Sehingga saat ini penyidikan tentang kasus Karisoprodol tersebut digunakan UU No 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan sambil menunggu petunjuk teknis dari Mabes Polri dan Instansi terkait, lanjut Sapari

Beberapa waktu lalu Sapari mengatakan sudah melakukan rapat koordinasi dihadiri oleh Kajati Kalsel, Kajari Kalsel, BNNP Kalsel, BPOM  Kalsel, Dinas Kesehatan Provinsi Kalsel, Kabid Dokkes Polda Kalsel, Kabid Kum Polda Kalsel, Para KAbag dan KAsubdit Ditresnarkoba Polda Kalsel, Kasat Narkoba Res Banjarbaru, Banjar dan Batola.

sementara itu dalam kesempatan itu dokter spesialis Jiwa RSUD Pembalah Batung Sati Raja Sitanggang juga menyampaikan pemaparan mengenai dampak dari narkotika dalam kesehatan fisik dan mental.

“Penanganan bagi para pecandu narkoba adalah rehabilitasi yang dibantu dengan kesadaran pelaku, RSUD Pembalah Batung saat ini juga menerima rehabilitasi dan gratis bagi pemilik KSA dan BPJS,” bebernya. (nov/K-6)

 

Tag:
error: Kalimantan Post - Asli Koran Banua