• Hari ini : Sabtu, 20 Januari 2018

Perempuan Banua Makin Dihargai

CINDERAMATA – Pj Sekda Haris Makie, menerima cinderamata dari Ketua Harian Ikapri Kalsel, Hj Armistiani. (KP/Ist)
CINDERAMATA – Pj Sekda Haris Makie, menerima cinderamata dari Ketua Harian Ikapri Kalsel, Hj Armistiani. (KP/Ist)

Banjarmasin, KP – Para kaum hawa di Kalimantan Selatan (Kalsel) semakin dihargai dalam hal berkarir dan berkarya. Kesamaan gender antara laki-laki dan wanita di Banua, sudah mencapai level 88 persen. Tinggal tersisa 12 persen selisih antara kesempatan yang diberi kepada wanita dan pria.

Ketua Harian DPD Ikatan Kartini Profesional Republik Indonesia (Ikapri) Provinsi Kalsel, Hj Armistiani mengakui, ada peningkatan peran wanita dalam segala lini aktivitas. Ia pun berkomitmen, terus menggencarkan kegiatan pemberdayaan perempuan, seperti sosialisasi gender, seminar edukasi, dan aktivitas sosial kemasyarakatan. “Baik di ranah politik dan pengusaha, peran perempuan sudah meningkat.

Walaupun belum 100 persen,’’ kata dia, usai peringatan Hari Ibu, di Gedung Mahligai Pancasila, Selasa (20/12). Armistiani berharap, peran Ikapri semakin eksis ke depan. Pegiat organisasi Ikapri berasal dari aneka profesi, seperti politisi, dokter, pegawai negeri, dan pengusaha.

Pihaknya memastikan, perempuan yang tergabung dalam wadah Ikapri sudah mapan secara ekonomi. “Di sosial masyarakat, kami kerjasama dengan Badan Pemberdayaan Perempuan dan Anak. Selain mengadakan seminar edukasi, kami terus sosialisasi ke desa-desa untuk menekan angka pernikahan dini di Kalsel,’’ ujar Armistiani.

Di sisi lain, Penjabat Sekretaris Daerah Provinsi Kalsel, Abdul Haris Makkie menyebut, ada fenomena peran perempuan mulai mengisi jabatan struktural di berbagai bidang. Seperti pemerintahan, politik, sosial, dan kebudayaan. Ia mendorong organisasi apapun serius melibatkan peran perempuan, termasuk partai politik.

“Selain organisasi lainnya seperti Ikapri, PKK, dan organisasi sosial lain. Kami bisa melihat lebih berwarna, baik di politik dan jabatan-jabatan publik lainnya,’’ ujarnya.

Pihaknya merespons positif atas aneka program pemberdayaan wanita yang disusun Badan Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak. Haris Makkie berharap, pemerintah berkolaborasi dengan organisasi nonformal lain demi mengangkat peran wanita di ranah publik.

“Kami terus mempush kebijakan gender, bagaimana meningkatkan peran perempuan, ya yang paham perempuan itu sendiri. Karena itu, kami lebih banyak melibatkan perempuan sendiri,’’ kata calon kuat Sekda Kalsel itu. (mns/K-2)

error: Kalimantan Post - Asli Koran Banua