• Hari ini : Jumat, 19 Januari 2018

Perkelahian Siswa Soal Status `Alay’ di Medsos

PASCA PERKELAHIAN - Kepolisian mengawal pasca perkelahian antara siswa SMKN 4 dan SMKN 5 Banjarmasin, Kamis (11/8). (KP/Narti)
PASCA PERKELAHIAN – Kepolisian mengawal pasca perkelahian antara siswa SMKN 4 dan SMKN 5 Banjarmasin, Kamis (11/8). (KP/Narti)

Banjarmasin, KP – Terungkap penyebab awal perkelahian siswa yang nyaris tawuran adalah status di Medsos (Media Sosial).
Saat itu korban menyebut ‘alay’ pada anak SMKN 4. Keadaan ini berujung undangan untuk berkelahi.

Terlepas dari itu, akhirnya perkelahian antara siswa Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 4 dan SMKN 5 Banjarmasin ini didamikan.
Kedua sekolah kejuruan itu, kini kembali tenang. Hal ini dibuktikan dengan usaha keras masing-masing sekolah  Kamis (11/8) siang, dimana kedua pihak dipertemukan untuk bisa berdamai.

Dari keterangan, saat itu memang siswa SMKN 5 bernama, Ryan, yang melaporkan atas pengeroyokan atas dirinya ke Polsek Banjarmasin Utara datang bersama kedua orangtuanya.

Tangan kirinya masih diperban dan bagian mata kiri dan hidungnya luka lebam. Ia didampungi para guru juga Wakasek Kesiswaan SMKN 5, Drs HM Yani.

Sedangkan siswa terlapor yang dituduh mengeroyok yakni Syawal dan Syaiful dari SMKN 4 datang bersama sang kakak juga pamannya.
Keduanya didampingi Wakasek Kesiswaan SMKN 4, Sulistiyanto serta para guru wali kelas.

Pada waktu itu, proses perdamaian yang ditengahi oleh Kapolsekta Banjarmasin Utara AKP Andik Eko Siswanto beserta jajarannya, pada awal aman-aman saja.

Namun ditengah pembahasan, ada keluarga korban tak terima dengan perlakuan tersebut, dan setelah dipertemukan di ruang Kepala SMKN 5, akhirnya semua mulai mereda.

Seperti diberitakan sebelumnya, terjadi perkelahian antara sejumlah siswa SMKN 4 dan SMKN 5 dan Jalan Flamboyan, Kayu Tangi, Rabu (10/8), dijaga ratusan aparat kepolisian berjaga agar tidak sampai tawuran.

Namun sayang dalam masalah ini, orangtua korban belum mencabut laporan di kepolisian, dan menyatakan masih pikir-pikir.

Sisi lain, siswa yang terlibat perkelahian sudah diancam sanksi oleh sekolah masing-masing. Seperti Syawal diberi peringatan kedua oleh SMKN 4 dan Ryan juga terancam diberi surat peringatan.

Wakasek SMKN 4, Sulistiyanto mengatakan persoalan ini merupakan masalah pribadi kedua siswa. Namun, tetap menyeret nama sekolah.
Menurutnya, jalan damai adalah cara terbaik dalam menyelesaikannya. Dia juga berharap laporan di kepolisian juga segera dicabut.

“Ini terakhir, jika nanti berbuat seperti ini lagi, kami tak mau bertanggung jawab. Kami serahkan ke polisi saja,’’ kata Sulis.
Hal serupa dikatakan Wakasek Kesiswaan SMKN 5, M Yani.

Menurutnya, dalam kejadian kemarin sempat ada dua siswanya yang dibawa ke Mapolsekta Banjarmasin Utara.

Menurutnya, kejadian seperti ini adalah pelajaran bagi guru dan siswa.
Pihaknya juga bakal memperketat keluar masuk siswa. “Selama ini, bagi siswa yang keluar sekolah harus lapor, ini akan kami perketat,’’ katanya.

Sanksi juga bisa saja diberikan pada Ryan meski statusnya korban. Pihaknya juga akan memantau media sosial para siswanya pasca kejadian ini.

Sementara, Kanit Binmas Polsekta Banjarmasin Utara, Iptu Marjianto mengatakan, upaya ini untuk meredam situasi agar tak berlanjut.
Setelah perdamaian ini, pihaknya tetap memproses hukum kecuali laporan sudah dicabut.

“Ini memang ada perdamaian. Tapi kami belum bisa mencabut prosesnya jika pelapor belum mencabut laporan,’’ katanya.
Sedangkan Kepala Dinas Pendidikan Kota Banjarmasin, Drs HM Murlan mengaku menyesalkan kejadian tersebut.

Dia melihat kejadian ini terkait status di media sosial dan berharap jangan sampai ada perkelahian .

Oleh karenanya, dia meminta medsos para siswa dipantau oleh guru atau sekolah. Jadi ketika sudah menjurus masalah bisa ditegur sejak dini dan para guru hendaknya lebih tegas menyikapi kasus yang terjadi. (vin/K-4)

error: Kalimantan Post - Asli Koran Banua