• Hari ini : Minggu, 25 Februari 2018

Pertumbuhan Ekonomi Kalsel Sangat Tergantung Ekspor

BANJARMASIN, KP – Pertumbuhan ekonomi Provinsi Kalimantan Selatan, masih sangat tergantung dari hasil didorong oleh hasil ekspor, sementara dari segi investasi masih jauh dari yang diharapkan.

Pengamat Ekonomi dari Fakultas Ekonomi Bisnis Universitas Lambung Mangkurat (ULM), Muhammad Handry Imansyah mengatakan hal itu di Banjarmasin, Senin (23/10).

Menurut dia, dilihat dari pola pertumbuhan ekonomi Kalsel saat ini adalah searah dengan pola pertumbuhan ekspor, dibandingkan dengan pertumbuhan pola kredit investasi dalam rupiah dan valas yang disalurkan perbankan di daerah ini.

Dikatakan juga, ekspor secara akumulatif sampai dengan September 2017 naik sebesar 49 persen pada triwulan 1 2017, dibandingkan periode yang sama pada 2016.

Saat ini, katanya melanjutkan, nilai ekspor Provinsi Kalsel baru mencapai sekitar 5,7 juta dolar dari Januari sampai dengan September 2017. Nilai ekspor tersebut, antara lain didukung naiknya nilai ekspor CPO yang mencapai 51,75 persen pada periode yang sama dibanding tahun sebelumnya. Sedangkan nilai ekspor batubara juga meningkat signifikan yaitu 62,73 persen.

Negara tujuan ekspor Provinsi Kalimantan Selatan yang terbesar adalah India, Tiongkok dan Jepang. Ekspor ke Tiongkok, India dan Jepang memiliki pangsa sebesar 73 persen dari total ekspor Provinsi Kalsel.

Tujuan ekspor ke Tiongkok dan India mengalami kenaikan yang sangat besar yaitu masing-masing sekitar 59 persen dan 34 persen dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu. Umumnya ekspor ke Tiongkok, India dan Jepang adalah batubara.

Selain ekspor, impor barang menunjukkan kenaikan sebesar 38 persen triwulan 2 2017 dibandingkan dengantriwulan 2 tahun 2016.
Pertumbuhan nilai impor sebesar 96 persen didukung oleh lima kelompok barang yang tumbuh rata-rata 38 persen. Meningkatnya impor ini memberikan indikasi bahwa kegiatan ekonomi di Provinsi Kalsel sudah mulai menggeliat lagi.

Kondisi ini memberikan harapan untuk perbaikan ekonomi masyarakat, seperti terbukanya lapangan pekerjaan dan peningkatan daya beli. (lia/K-7)

 

error: Kalimantan Post - Asli Koran Banua