• Hari ini : Selasa, 23 Januari 2018

Petani Cabe Hiyung Sekali Panen Dua Kuwintal

BUPATI TAPIN - HM Arifin Arpan bersama ketua TP. PKK Hj. Ratna Ellyani dan Dandim 1010 Rantau Letkol Czi Bambang Iswandaru saat melakukan panen Cabe Hiyung di desa Hiyung kecamatan Tapin Tengah. (KP/Ist)
BUPATI TAPIN – HM Arifin Arpan bersama ketua TP. PKK Hj. Ratna Ellyani dan Dandim 1010 Rantau Letkol Czi Bambang Iswandaru saat melakukan panen Cabe Hiyung di desa Hiyung kecamatan Tapin Tengah. (KP/Ist)

Rantau, KP – Satu petani cabe Hiyung kabupaten Tapin mengaku satu kali panen hasilkan cabe sebanyak dua kuwintal, dan saat ini harga cabe Hiyung sebesar Rp 37.000,- perkilogram maka satukali panen petani ini menghasilkan duet sebesar Rp 7 jutaan lebih.

Mendengar laporan dari petani ini bupati Tapin Drs HM Arifin Arpan MM mengaku terkejut dan bangga ternyata penghasilan petani di daerahnya kini sudah mulai membaik dan berharap tambah sejahtera.

Karena ia akan terus mengembangkan lahan pertanian khususnya tanaman padi dan hortikultura yang dapat menambah dan meningkatkan nilai kesejahteraan petani khususnya dan masyarakat kabupaten Tapin pada umumnya.

“ Lahan pertanian kita sangat luas, karena itu tergantung masyarakatnya atau petaninya mau atau tidak untuk menggarapnya,” ungkap bupati Tapin Kmais (3/10) kemarin saat melakukan panen cabe Hiyung di desa Hiyung kecamatan Tapin Tengah.

Menurut bupati Tapin khusus mengomentari mengenai cabe Hiyung yang unik dan ada nilai lebihnya dari cabe-cabe yang ada di daerah lainnya yaitu nilai pedasnya yang lebih yaitu tujuh belas kali  lebih pedas dari cabe yang lainnya.

“ Dan hal ini sudah dilakukan kajian dan penelitian dari beberapa lembaga pertanian yang ada di bawah kementerian pertanian, dan bahkan cabe Hiyung ini sudah dilakukan pensertifikatan,” ungkapnya.
Dilahan tanaman cabe Hiyung ini bupati Tapin juga ditemani ketua TP.

PKK kabupaten Tapin Hj. Ratna Ellyani Arifin Arpan , SIP, Dandim 1010/Rantau Letkol. Czi Bambang Iswandaru, SIP  dan kepala dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Tapin H. Masyraniansyah, MP.

Sementara itu salah seorang petani cabe Hiyung Tagal melaporkan kepada bupati Tapin bahwa lahan cabe yang ditanamnya seluar 50 borong dengan tanaman sebanyak 7.000 pohon dan kini sudah dilakukan panen sebanyak enam kali.

“ Sekali panen selama satu pekan hasilnya sebanyak dua kuwintal atau 200 kg dan dijual saat ini harganya satu kilo sebesar Rp 37.000,” ungkapnya.

Menurut Tagal cabe miliknya mulai di tanam usai bulan puasa tadi atau sekitar empat bulanan sudah dan harganya ia mengaku cukup puas karena saat ini harga cabe diatas Rp 30.000 perkilonya.

Usai melakukan panen cabe Hiyung bupati Tapin langsung melihat mesin pengolahan sambal cabe di Balai Penyuluh Pertanian (BPP) kecamatan Tapin Tengah dan bupati mendapat penjelasan dari penyuluh pertanian setempat bahwa saat ini Balai Penyuluh sudah menyediakan mesin pengolah sambal agar cabe Hiyung yang sudah ditanam dan dikembangkan oleh para petani di desa ini tidak hanya dijual dalam bentuk cabe saja namun diharapkan juga dapat diolah dan dikemas dalam bentuk sambal.

Dan usai panen cabe Hiyung dan meninjau mesin pengolah sambal cabe bupati Tapin beserta rombongan langsung melakukan peninjauan lokasi tanaman bawang merah di desa Sawang kecamatan Tapin Selatan dan dilokasi tanaman bawanmg merah ini bupati juga merasa senang dan bangga bahwa dimusim hujan saat ini yang notabeni dibeberapa kawasan atau daerah Pulau Jawa justeru tidak mampu menanam bawang.

“ Didaerah kita masih bisa untuk menanamnya dan harapan kita saat panen harga bawang merah dapat lebih baik dan petani semakin sejahtera,” ungkapnya.

Menurut bupati Tapin menanam bawang merah dimusim hujan memang melawan arus atau resikonya sangat tinggi atau tanaman bawang membusuk, namun hal ini sudah diskapi oleh para penyuluh bersama petani

Dijelaskan oleh bupati kiat untuk menanam bawang dimusim hujan agar bibit yang ditanam tidak membusuk maka bedengan tanah atau lahan tanaman bawang diangkat lebih tinggi dari permukaan air.

Sementara itu berdasarkan data dan laporan dari kepala dinas Pertanian dan Hortikultura Tapin bahwa perkembangan produksi pangan tanaman pangan di daerah ini dari tahun ketahunterus mengalami peningkatan yakni untuk tanaman  padi tahun 2015301.122 ton sebelumnya 287.450 ton, jagung 2.878 ton sebelumnya 1.563kedelai 965 ton sebelumnya 41 ton.

Hortikultura bawang merah 125,40 ton sebelumnya 111.00 ton, cabe rawit216.28 ton sebelumnya 84.48 ton.

Di bidang Peternakan, tahun 2015 produksi daging sapi 587,55 tonsebelumnya tahun 2014 592.36 sedikit menurun, ayam buras 697.97sebelumnya 673.58 daging ayam potong 2.984.94 ton sebelumnya 2.982.48ton dan di bidang Perikanan ikan dihasilkan 7.511.55 ton sebelumnya7.306.04 ton. (ari/K-6)

error: Kalimantan Post - Asli Koran Banua