• Hari ini : Sabtu, 20 Januari 2018

Petani Kesulitan Peroleh Pupuk Bersubsidi

Pupuk Bersubsidi. (KP/Net)
Pupuk Bersubsidi. (KP/Net)

Kotabaru, KP – Sejumlah petani di Kabupaten Kotabaru, Kalimantan Selatan, akhir-akhir ini mulai kesulitan mendapatkan pupuk dengan harga murah atau bersubsidi.

“Saya sudah tiga bulan ini mencari pupuk ke beberapa pengusaha tetapi hasilnya nihil, pupuk yang saya cari tidak ada,” kata seorang petani Sholeh, di Kotabaru.

Ia mengaku mencari pupuk bersubsidi, namun yang ditawarkan beberapa pedagang pupuk non subsisi yang harganya jauh lebih mahal dibandingkan dengan pupuk subsidi.

Hal yang sama juga dialami Narso petani asal Kelumpang Selatan, Kotabaru, yang juga mengaku sudah cukup lama untuk mencari pupuk tetapi belum juga mendapatkannya.

“Saya dengan kabar, jatah pupuk bersubsidi sudah habis,” kata Narso dengan tidak menyebutkan sumber yang mengatakan.
Menurut informasi, lanjut dia, pupuk bersubsidi baru ada awal tahun sekitar Januari 2017.

Kesulitan memperoleh pupuk bersubsidi bukan hanya dialami oleh petani, namun juga dialami oleh petambak di Kotabaru.
Seorang petambak asal Sarangtiung, Pulaulaut Utara, Kotabaru, Akhmad, mengatakan, akhir-akhir ini petambak resah karena mahalnya harga pupuk dan rendahnya harga ikan dan udang.

“Beberapa bulan lalu harga pupuk masih berkisar Rp95.000 – Rp135.000 per zak, tetapi saat ini naik menjadi kisaran Rp300.000 perzak,” katanya.

Lebih parah lagi, ujar Akhmad, harga pupuk tidak sebanding dengan harga hasil panen tambak berupa ikan bandeng dan udang masing-masing kisaran Rp10.000 – Rp15.000 per kg, dan kisaran Rp75.000 per kg.

Sementara itu Kepala Dinas Pertanian H Zuhairil Anwar hingga saat ini belum berhasil dikonfirmasi terkait pupuk bersubsidi. (net/K-6)

error: Kalimantan Post - Asli Koran Banua