• Hari ini : Selasa, 16 Oktober 2018

PKH Wajib Bawa Tas

Penyematan PIN Program Bawa Tas, kemudian dirangkai dengan penyerahan sepeda gunung bagi siswa SLTP, penyaluran Bantuan PKH tahap 2 tahun 2016, serta penandatanganan dukungan Stakeholder untuk Program Bawa Tas, menandai kegiatan launching Program Bawa Tas di Batola. (KP/Ist)
Penyematan PIN Program Bawa Tas, kemudian dirangkai dengan penyerahan sepeda gunung bagi siswa SLTP, penyaluran Bantuan PKH tahap 2 tahun 2016, serta penandatanganan dukungan Stakeholder untuk Program Bawa Tas, menandai kegiatan launching Program Bawa Tas di Batola. (KP/Ist)

Marabahan, KP – Pemerintah Kabupaten Barito Kuala (Pemkab Batola) resmi meluncurkan program ‘Bawa Tas’ (baca Al Waqiah Setiap Sore) yang wajib dilaksanakan oleh masyarakat yang masuk dalam Program Keluarga Harapan (PKH). Launching yang dilaksanakan di Kecamatan Tabukan itu, dihadiri oleh seluruh peserta PKH se Kabupaten Batola, Rabu (3/8).

Menurut Kadinsosnakertrans Kabupaten Batola H Fuad Syekh, launching Program Bawa Tas ini, dilaksanakan selain untuk percepatan pengetasan kesmikinan, program tersebut juga sumber kajian dalam kegiatan Diklatpin II.

“Di Kabupaten Batola tercatat sekira 2.888 jiwa PKH yang memerlukan bantuan. Atas dasar itu, dengan program Bawa tas ini kita berusaha melepaskan rantai kemiskinan masyarakat, sehingga kita harapkan masyarakat dapat hidup layak,’’ ujarnya, saat menyampaikan sambutannya. Lebih lanjut dikatakannya, program Bawa Tas adalah program baru di Bumi Ije jela dan program ini merupakan program berkelanjutan. “Mudah-mudahan dengan program ini masyarakat miskin di Batola dapat berkurang,’’ katanya.

Sementara itu, Bupati Batola H Hasanuddin Murad dalam sambutannya yang dibacakan Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesra, Jamidin Praja mengatakan, peluncuran program baca surah Al-Waqiah Tiap Sore (Bawa Tas) tahun 2016 di Kecamatan Tabukan ini, merupakan salah satu bagian dari upaya mendukung keberhasilan PKH, yang selama ini telah dijalankan Pemkab Batola, dalam rangka mengangkat taraf hidup masyarakat, khususnya para penerima PKH.

Dijelaskan bupati, PKH adalah program bantuan tunai bersyarat yang diperuntukan kepada Keluarga Sangat Miskin (KSM), yang telah memenuhi persyaratan sebagai peserta PKH serta melalui prosedur yang telah ditetapkan pemerintah.

Tujuannya, untuk membantu dan memastikan bahwa generasi yang ada di lingkungan KSM, selalu dalam kondisi sehat dan mampu menyelesaikan pendidikan dasar 9 tahun.

“Harapan ke depannya, generasi-generasi muda potensial tersebut dapat memutus mata rantai kemiskinan antar generasi sebelumnya,’’ jelasnya, seraya berharap, para penerima bantuan PKH dan program Bawa Tas benar-benar memanfaatkan bantuan tersebut dengan sebaik-baiknya.

“Sehingga bapak ibu sekalian para peserta PKH, mampu mandiri dan bisa melepaskan diri dari belenggu kemiskinan, yang tentunya sangat tidak kita inginkan terus berlanjut,’’ tuturnya. Sementara itu, Sekretaris Camat Tabukan, Setia Budi menyatakan, di kecamatan Tabukan ada sebelas desa yang masyarakatnya menerima bantuan dari program PKH.

“Jumlah kepala keluaraga yang menerima bantuan program PKH sekira 213 KK dan para ibu-ibu penerima PKH mudah-mudahan bisa menjalankan program Bawa Tas ini, sehingga dapat membuka pintu rezeki bagi kita semua,’’ pungkasnya.

Kegiatan launching Program Bawa Tas itu dilakukan dengan penyematan PIN Program Bawa Tas, kemudian dirangkai dengan penyerahan sepeda gunung bagi siswa SLTP, penyaluran Bantuan Program PKH tahap 2 tahun 2016, serta penandatanganan dukungan Stakeholder untuk Program Bawa Tas. (adv/K-6)

Tag:
loading...
error: Kalimantan Post - Asli Koran Banua