• Hari ini : Jumat, 22 Juni 2018

Polres Tapin Gelar Upacara Pasukan Operasi Zebra 2017

KAPOLRES TAPIN – AKBP Zulkifli Ismail,SIK saat menyematkan pita kepada masing-masing perwakilan satuan upacara pada upacara gelar pasukan operasi Zebra intan 2017. (KP/HM Baseri)

Rantau, KP – Polres Tapin gelar upacara Pasukan Zebra intan tahun 2017 di halaman Mapolres Tapin dengan inspektur upacara Kapolres Tapin AKBP Zulkifli Ismail, SIK dengan peserta upacara Polri, TNI, Dishub, Satpol PP Senkom, Orari dan Pramuka.

Upacar Gelar Pasukan Zebra Intan 2017 turut dihadiri Bupati Tapin yang di wakili Staf Ahli Pemerintahan H Rahman Ramli, Dandim 1010 Rantau letkol Inf CZI Bambang Iswandaru, Kepala Pengadilan Negeri Tapin, Kejaksaan Negeri Tapin, Kasad Pol PP Rabu (1/11) kemarin di halaman Mapolres Tapin.

Dalam amanatnya Kepala Korp Lalu Lintas Polri Insfektur Jenderal Polisi Drs Royke Lumowa MM yang disampaikan oleh Kapolres Tapin dalam upacara gelar pasukan operasi Zebra Intan ini untuk mengetahui kesiapan personil dan sarana lainnya sehingga dapat berjalan maksimal.

Perlu diketahui data jumlah kecelakaan lalu lintas pada operasi zebra tahun 2016 sejumlah 2.623 kejadian, mengalami penurunan 518 kejadian 16 persen dibandingkan tahun sebelumnya pada tahun 2015 sejumlah 3.141 kejadian.

Korban meninggal dunia tahun 2016 sejumlah 649 orang mengalami penurunan sejumlah 129 orang atau 17 persen dibandingkan tahun sebrlumnya sejumlah 778 orang.

Sementara pelangaran lalu lintas sebanyak 356.101 pada tahun 2016.
“Kita menyadari bahwa dalam mengatasi permasalahan bidang lalu lintas tidak bisa berdiam diri, melainkan wajib bertindak dan melakukan berbagai upaya dalam hal ini menciptakan pemerintah yang bertanggung jawab dalam membina dan memelihara kamserltibcarlantas.” Tandasnya.

“Guna mengatasi permasalahan lalu lintas tersebut, perlu dilakukan berbagai upaya untuk menciptakan situasi kamseltibcarlantas dengan memberdayakan seluruh stakeholder, “tambahnya.

Dengan adanya kerjasama ini tercipta keterpaduan langkah yang dapat menunjang pelaksanaan tugas.

Pelaksanaan operasi zebra tahun ini berlangsung selama 14 hari tentunya pelanggaran yang menjadi target yaitu kendaraan bermotor yang melawan arus, kecuali di jalan tol disesuaikan dengan pelanggaran di jalan tol, seperti naik turun penumpang, melintas dibahu jalan, menggunakan rotator lampu blitz/strobo serta plat nomor tidak sesuai spektek.

“Dengan dilakukannya penegakan hukum terhadap sasaran proritas tersebut maka pelaksanaan operasi zebra tahun ini diharapkan akan dapat mendorong tercapainya tujuan operasi, ” katanya.

Untuk mencapai tujuan itu diharapkan meningkatnya disiplin masyarakat dalam berlalu lintas, meminimalisir pelanggaran dan kecelakaan lalu lintas, menurunnya tingkat fatalitas korban kecelakaan lalu lintas dan meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap Polri dengan terbentuknya opini positif dan citra tertib dalam berlalu lintas.

Sebelum operasi zebra berlangsung terlebih dahulu dilakukan penyematan pita kepada masing-masing perwakilan satuan dari Polri, TNI, Satpol PP dan Dishub. (ari/K-6)

 

Tag:
error: Kalimantan Post - Asli Koran Banua