• Hari ini : Senin, 22 Januari 2018

Program Amnesty Kalselteng Capai Rp300 M

Kakanwil Dirjen Pajak Kalsel-Teng Imam Ariffin, saat gelar diskusi publik bersama Area Head Bank Mandiri Banjarmasin, ketua DPD REI Kalsel, akademisi ULM dan staf ahli gubernur, Senin (26/9).
Kakanwil Dirjen Pajak Kalsel-Teng Imam Ariffin, saat gelar diskusi publik bersama Area Head Bank Mandiri Banjarmasin, ketua DPD REI Kalsel, akademisi ULM dan staf ahli gubernur, Senin (26/9).

Banjarmasin, KP – Kakanwil Direktorat Jenderal Pajak Kalsel-Teng, Imam Ariffin menyebutkan, hingga saat ini di wilayah Kalselteng ada sekitar Rp300 Miliar setoran uang tebusan pajak, dari sekitar 500 orang wajib pajak yang memanfaatkan program amnesty pajak.

Ariffin mengakui, pencapaian ini masih melampaui target. Ia juga mengatakan, peningkatan pembayaran pajak yang melonjak tersebut 75 persen dibayar menjelang waktu atau last minutes, program amnesty dengan pemanfaatan pembayaran dua persen akan berakhir.

“Saat ini, memang sudah membuktikan kesadaran wajib pajak di Banua memanfaatkan program ini, tapi karena banyak dari wajib pajak yang masih melakukan perhitungan kekayaan  mereka,’’ ungkapnya, kepada wartawan, di sela-sela dialog public di Banjarmasin, Senin (26/9).

Dikatakan, memang ada beberapa wajib pajak yang besar saat ini masih mencoba melakukan perhitungan pada harta kekayaan. Kalau mereka ini sudah masuk semua, kami optimis pencapaian akan jauh lebih besar dibanding yang sekarang,’’ tegasnya.

Dihadapan undangan, Ariffin, dalam kesempatan ini mengingatkan, para wajib pajak, terutama kalangan pengusaha bisa aktif memanfaatkan program ini.

Karena seluruh utang pajak mereka bisa dihapuskan cukup dengan membayar uang tebusan.

Selain itu, juga jika tak mengurusnya sekarang, tentunya akan menyulitkan wajib pajak sendiri.

Mengingat di tahun 2018 mendatang, melalui kerjasama dengan Automatic Exchange Of Information (AEOI), pihak Direktorat Jendral Pajak akan lebih mudah melacak harta wajib pajak di luar negeri.

“Jangan sampai nanti di tahun depan para wajib pajak ini, ketahuan menyimpan harta kekayaan mereka di luar negeri namun belum dilaporkan, karena mereka bisa dituntut membayar pajak hingga mencapai 30 persen dari harta kekayaan yang disembunyikan itu,’’ jelasnya.

Ariffin pun juga memastikan, seluruh data yang dilaporkan tidak akan dimanfaatkan, bahkan dibocorkan kepada lembaga lainnya untuk mengusut hal-hal yang di luar masalah perpajakan.

“Dengan program amnesti pajak ini, kami ingin perusahaan ataupun orang pribadi bisa lebih tertib dalam melaporkan pendapatan serta harta kekayaannya kepada negara. Selain itu juga, diharapkan melalui cara ini Indonesia ke depannya bisa jauh lebih mandiri dan tidak terlalu tergantung lagi dari utang dengan negara lain,’’ katanya.

Area Head Bank Mandiri Banjarmasin, Andy Mulya, juga sudah memberikan kemudahan dalam pembayaran pajak saat mendukung program pemerintah program Amnesty.

“Bank Mandiri sudah memberikan kemudahan, bahkan pembayarannya melalui SMS Bengking, ATM, transfer dan teller khusus semua ada disediakan,’’ ungkapnya.

Sedangkan gubernur, yang diwakili Staf Ahli Drs H Gusti Buhranudin mengharapkan, program amnesty ini bisa berjalan sehingga dana untuk pembangunan bisa mengucur, dan semuanya akan berjalan demi kelanjutan pembangunan di Indoensia dan di Kalsel khususnya. Ketua DPD REI Kalsel, Royzani Sjachril, mendukung program amnesty demi kepentingan bersama untuk pembangunan ke depan. (vin/K-2)

Tag:,
error: Kalimantan Post - Asli Koran Banua