• Hari ini : Rabu, 24 Januari 2018

Program Penanggulangan AIDS Menggembirakan

TES HIV – Dua tahun terakhir kian banyak warga Banjarbaru yang melakukan tes HIV. (Istimewa)

Banjarbaru, KP – Walikota Nadjmi Adhani mengungkapkan, dalam kurun waktu 2 tahun terakhir, pelaksanaan program penanggulangan AIDS di Banjarbaru menunjukkan tanda cukup menggembirakan, yaitu semakin banyaknya warga yang berhasil dideteksi mengidap HIV. Ini terjadi karena dalam 2 tahun tersebut banyak dilakukan tes HIV.

“Pada 2016 dilakukan tes HIV kepada 10 ribuan penduduk dan dideteksi 58 pengidap, pada 2017 ada 11 ribuan penduduk, dideteksi 58 pengidap hingga akhir November 2017,’’ ungkapnya, kemarin.

Estimasi dilakukan Kementerian Kesehatan pada 2012 menyatakan ada 864 warga Banjarbaru sudah tertular HIV. Sayangnya yang ditemukan sampai Nopember 2017 hanya 265. Jadi masih terdapat 500-an yang belum dideteksi. Mereka ini mungkin tidak mempunyai pengetahuan cukup tentang HIV dan belum melakukan tes.

“Padahal semua puskesmas di Banjarbaru, UTD RSUD Idaman, BNNK sudah menyediakan pelayanan dan tes gratis,’’ ungkapnya.

Nadjmi memberikan apresiasi tinggi kepada 3 SLTP dan 3 SLTA di Banjarbaru yang tertinggi proporsi siswanya berpengetahuan komprehensif tentang HIV/AIDS. Yakni Madrasah Tsanawiyah Al Falah Puteri, SMPN 11, SMPN 3, Madrasah Aliyah Al Falah Puteri, Madrasah Aliyah Misbahul Munir dan SMK Yapkesbi.

Dijelaskan Nadjmi, Pemko Banjarbaru saat ini sudah dan sedang melakukan upaya di sektor hulu, yakni memberikan pemahaman komprehensif tentang HIV/AIDS pada penduduk usia 15-24 tahun, terutama siswa kelas 3 SLTP – kelas 3 SLTA, ini agar mereka tidak berperilaku berisiko tertular HIV.

“Lalu memberikan konseling dan tes HIV ibu hamil dan pemohon SIM. Juga kepada calon pengantin, supaya sesudah menikah mereka tidak berperilaku berisiko tertular HIV. Tes juga dilakukan agar tidak terjadi penularan HIV dalam ikatan nikah,’’ tandasnya.

Dikatakan Nadjmi, sebenarnya apabila kita menemukan kasus HIV, kita patut bergembira karena berarti warga itu baru saja tertular HIV, prognosisnya baik dan secara dini dapat mengkonseling-nya agar tidak menulari orang lain dan mau berobat ke rumah sakit. “Biasanya kasus AIDS ditemukan di rumah sakit dan kita patut bersedih karena berarti warga tersebut sudah lebih dari 5 tahun terinfeksi dan dia juga berisiko wafat sebesar 20 persen, prognosisnya buruk. Selama 5 tahun itu dia diduga secara tidak sadar sudah menulari ke orang lain,’’ tandasnya. (wan/K-5)

 

error: Kalimantan Post - Asli Koran Banua