• Hari ini : Sabtu, 20 Januari 2018

Program Sanitasi Banjarmasin Belum Sinergi

APRESIASI WALIKOTA—Walikota Banjarmasin Ibnu Sina saat memberikan apresiasi kegiatan Bank Sampah yang langsung berkunjung di Lahan Bank Sampah Induk di samping Kecamatan Banjarmasin Utara, yang disambut Direkturnya Drs Faturahman juga Camat Banjarmasin Utara Dra H Siti Hapsyah juga Ketua DPDR Kota Banjarmasin H Iwan Rusmali, dan tampak hasil kunjungan serta kegiatan pengukuran suhu udara yang dilaksanakan BLH Kota Banjarmasin yang dipimpin Kepala BLHD Kota Banjarmasin Drs H Hamdi, belum lama ini. (KP/ Istimewa)
APRESIASI WALIKOTA—Walikota Banjarmasin Ibnu Sina saat memberikan apresiasi kegiatan Bank Sampah yang langsung berkunjung di Lahan Bank Sampah Induk di samping Kecamatan Banjarmasin Utara, yang disambut Direkturnya Drs Faturahman juga Camat Banjarmasin Utara Dra H Siti Hapsyah juga Ketua DPDR Kota Banjarmasin H Iwan Rusmali, dan tampak hasil kunjungan serta kegiatan pengukuran suhu udara yang dilaksanakan BLH Kota Banjarmasin yang dipimpin Kepala BLHD Kota Banjarmasin Drs H Hamdi, belum lama ini. (KP/ Istimewa)

Banjarmasin, KP –  Dua satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) di lingkungan Pemerintah Kota (Pemko) Banjarmasin yakni Dinas Sumber Daya Air Sungai dan Drainase serta Perusahaan Daerah (PD) Pengelolaan Air Limbah punya program masing masing dalam penanganan pencemaran lingkungan di Banjarmasin.

Dinas Sumber Daya Air Sungai dan Drainase punya program bantuan pemasangan septitank tripikon untuk warga yang rumahnya berada di pinggiran sungai. sementara PD PAL punya program instalasi limbah secara komunal.

Berdasarkan program tersebut, PD PAL punya kewenangan lebih terdapat program yang dijalankan Dinas Sungai. sebab, memang sudah menjadi fokus dan wewenang PD PAL dengan program IPAL-nya.
Ketua Fraksi Partai Amanat Nasional (F-PAN) M Faisal Hariyadi menilai, dua SKPD milik Pemko tersebut tidak menjalankan asas sinergisitas. Sebab, program yang dijalankan keduanya bisa dilakukan bersama-sama. Bukan jalan sendiri sendiri.

“Kami melihat dua SKPD ini jalan sendiri sendiri. Bahkan kesannya Dinas Sungai menyalip program PD PAL,” sebutnya.

Faisal menyebut, jika saja adanya sinergisitas antara kedua SKPD tersebut pastinya tidak akan terjadi tumpang tindih program, penanganan limbah untuk warga dipinggiran sungai bisa disarankan menggunakan instalasi IPAL.

“Jika sudah berlangganan bisa menambah penadapatan asli daerah (PAD) kota Banjarmasin melalui program IPAL tersebut,” sebut Faisal.
Sebelumnya, Dinas Sungai tengah menjalankan program pemasangan jamban menggunakan system septic tank Tripikon ini bertujuan untuk menanggulangi WC jamban yang langsung nyemplung kesungai.

Jadi septic tank Tripikon itu akan menampung kotoran, menyaringnya dan menguraikannya, hingga cairan yang keluar dari septic tank itu tidak terlalu mengandung bakteri ecolin lagi satu buahnya septic tank itu dibuatnya sekitar Rp 3 juta, pada program awal 20 septik tank ini menghabiskan dana sekitar Rp 60 juta untuk kawasan Pasar Lama.

Untuk pengajuan anggaran sebanyak 30 buah septic tank yang nantinya ini sebesar Rp 90 juta. Rercananya, 30 septik tank ini akan diserahkan untuk pemasangan di wilayah Banjarmasin Barat.(nid/K-5)

error: Kalimantan Post - Asli Koran Banua