• Hari ini : Minggu, 19 Agustus 2018

Program Sanitasi Bongkar Jamban Apung Dibantu Warga

PETUGAS – Dari Dinkes dibantu warga bongkar jamban apung (sungai, red).(KP/Ist)

Paringin, KP – Program sanitasi penghilangan jamban apung di sepanjang Sungai Balangan yang dilakukan Pemkab Balangan melalui Dinas Kesehatan setempat terus dikejar untuk dibongkar. Komitmen Pemkab Balangan menghilangkan jamban apung di Sungai Balangan dalam upaya untuk mewujudkan masyarakat sehat melalui fasilitas sanitasi layak dan sehat serta juga upaya dalam memaksimalkan pencapaian Open Defecation Free (ODF).

Kali ini, jamban milik warga Desa Inan Kecamatan Paringin Selatan yang menjadi target perubuhan tersebut, dibantu beberapa warga sekitar.

Kepala Dinas Kesehatan Balangan, H Akhmad Nasa’i mengungkapkan, karena Desa Inan telah dinyatakan sebagai desa ODF dimana, ODF ini adalah kondisi ketika setiap individu dalam komunitas tidak buang air besar sembarangan lagi.

Sudah dikatakan ODF ini, menurut dia, jika  apabila semua masyarakat telah buang air besar  hanya di WC sehingga tidak ada lagi terlihat tinja manusia di lingkungan sekitar.

“Desa ODF ini merupakan program dari Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) yang mempunyai 5 pilar, yaitu stop BAB sembarangan, Cuci tangan pakai sabun, mengelola air minum dan makanan yang aman, mengelola sampah dengan benar, dan mengelola limbah cair rumah tangga yang aman,” kata Nasi’i Rabu (8/8) kemarin.

Menurutnya, Desa Inan sendiri telah sukses melaksanakan 4 Pilar STBM yaitu stop BAB sembarangan karena hampir semua warga telah mempunyai wc pribadi, memberlakukan kebiasaan cuci tangan pakai sabun dengan membuat banyak fasilitas tempat cuci tangan di desa dan telah adanya badan pengelola penyedian air bersih serta kini sedang dalam tahap penyelesaian pembuatan Tempat Pembuangan Sampah (TPS) yang akan dikelola oleh dan untuk masyarakat.

“Karena tidak dipakai lagi, pembongkaran jamban sungai ini dilakukan untuk penegasan status Desa Bata yang telah berstatus ODF serta juga menjaga agar kebiasaan tidak BAB sembarangan ini akan tetap dilakuan oleh masyarakat,” ungkapnya.

Sebelumnya, terkait penanganan sanitasi ini, Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Balangan melalui bidang ekonomi dan fisik mengelar acara Sosialisai Air Limbah Domestik Kabupaten Balangan 2018.

Sosialisasi ini agar ada kesiapan desa untuk penganggaran APBDesa tahun 2019 mendatang dalam rangka terwujudnya akses WC sehat/Jamban sehat permanen dan aman sesuai standar.

“Sosialisasi ini bertujuan untuk meningkatkan koordinasi antar stakeholder dalam pencapaian akses sanitasi yang layak khususnya air limbah domestic (Universal Access) pada tahun 2019 dapat terwujud,’’ beber Kabid ekonomi dan fisik di Bappeda Balangan Ernawati.

Lewat kerjasama antar stakeholder, lanjut dia, maka pemenuhan akses sanitasi sehat dapat terwujud. Untuk itu, maka semuanya harus bergerak dan berkolaborasi secara bersama untuk mencapai akses universal tersebut.

“Kita di Balangan masih sedikit jumlah desa yang mencapai angka 100 persen sanitasi sehat ataupun Universal Access. Makanya perlu kerja dan pemahaman yang sama, salah satunya pengunaan dana desa untuk pembangunan sarana sanitasi ini,’’ harapnya.

Terlepas dari itu, menurut dia, pemerintah daerah terus berupaya untuk mewujudkan kondisi sanitasi permukiman yang layak yaitu yang sesuai dengan standar teknis, berfungsi secara berkelanjutan serta berupaya untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap lingkungan tempat tinggalnya seperti menghilangkan kebiasaan buang air besar sembarangan dan membuang limbah cair rumah tangga di sembarang tempat.

“Upaya ini dilakukan untuk terciptanya kondisi lingkungan yang sesuai dengan standar teknis sanitasi permukiman yang layak dan tentunya terciptanya masyarakat Balangan yang sehat dan sejahtera,’’ imbuhnya. (jun/K-6)

loading...
error: Kalimantan Post - Asli Koran Banua