• Hari ini : Selasa, 23 Januari 2018

Ps Lama Tekuk AKT 6 – 0

17-3klm-pslama-jpg

Banjarmasin, KP –  Tak kalah dengan pemain profesional  pada tim-tim sepak bola dunia, olah kaki dan taktik tiki-taka diperlihatkan para pemain sepak bola antar kelurahan se Kota Banjarmasin, memperebutkan piala Walikota Banjarmasin, Rabu (7/12).

Meski hanya dua kali 10 menit dalam pertandingan,  namun para pemain yang mewakili kelurahanya menampilkan permainan yang apik meski usia peserta rata-rata 40 tahun keatas.

Dalam pertandingan lanjutan di Stadion 17 Mei Banjarmasin kemarin duel laga tim  Kelurahan Pasar Lama dengan  Antasan Kecil Timur (AKT) merupakan pertandingan paling seru, namun akhirnya AKT harus mengakui keunggulan para pemain Pasar Lama dengan skor telak 6 – 0 tanpa balas.

Sejak peluit dibunyikan wasit,  kedua tim saling lancarkan serangan dan dimenit ke 5 melalui sepakan pojok yang dilakukan dedi kegawang AKT dan tanpa membuang kesempatan Rudi melesatkan tembakan kegawang dan terjadi gol pertama untuk tim kelurahan Pasar Lama.

Unggul satu gol tim pasar lama menaikan tempo serangan dan akhirnya menambah dua gol tambahan dari kaki kosim dan Dedi

Babak kedua tanpa membuang waktu tim pasar kembali melancarkan serangan sehingga sempat merepotkan tim AKT untuk bertahan dan menit ke 4 tendangan dari kotak 16 Kosim berhasil menambah skor.

Dan gol penutup yang cantik dilakukan oleh Rudi yang merupakan steker pasar lama dengan mengecok pemain belakan serta penjaga gawang AKT. Skor 6 – 0 tak berubah.

Dalam kesempatan tersebut Plt Lurah Pasar Lama Azkar yang membawa tim kesebelasannya mengatakan, kasawan pasar lama sejak dulu sudah banyak para pemain sepak bola, mereka sangat menggemari olah raga tersebut baik yang muda maupun yang tua.

‘’Sejak dulu bola sangat disenangi para masyarakat pasar lama dan tak jarang mereka sering bermain bola , ‘’ kata Azkar.

Sementara Mantan Manager Peseban dan juga pemain sepak bola Persatuan Wartawan Indonesia ( PWI) H Lutpi mengatakan,  Kejuaran sepak bola antar kelurahan se Kota Banjarmasin tersebut merupakan nostalgia para pemain pada masa lalu disamping itu pula membangkitkan semangat para generasi muda dalam kecintaan olah raga terutama sepak bola.

“ini adalah nostalgia persahabatan para pemain sepak bola, dimana kecintaan mereka akan sepak bola sangat kental dan juga membangkitkan samangat para generasi muda dalam olah raga, ‘’ kata H Lutpi
(fin/k-9)

Tag:,
error: Kalimantan Post - Asli Koran Banua