PT Ambapers Target Sumbang Rp23 Miliar

ditulis pada 13 Oktober 2017

KONTRIBUSI ALUR – Direktur Operasional dan Eksekutif PT Ambapers, Nugroho Dwi Priyohadi memberikan penjelasan kontribusi alur ambang Sungai Barito. (KP/Hifni)

BANJARMASIN, KP – PT Ambang Barito Nusa Persada (Ambapers) menargetkan mampu memberikan kontribusi kepada Pemprov Kalsel pada tahun 2019 sebesar Rp23 miliar.

“Kita targetkan mampu memberikan kontribusi sebesar Rp23 miliar pada tahun 2019,’’ kata Direktur Operasional dan Eksekutif PT Ambapers, Nugroho Dwi Priyohadi kepada wartawan, Kamis (12/10), di Banjarmasin.

Diungkapkan, PT Ambapers pada 2017 mampu memberikan kontribusi kepada Pemprov Kalsel sebesar Rp17 miliar lebih dari hasil pungutan angkutan batubara yang melintasi alur ambang Sungai Barito.

“Sedangkan kontribusi penerimaan di alur pada 2016 mencapai Rp16 miliar,’’ tambahnya.

Nugroho mengakui, realisasi pungutan angkutan batubara yang melintasi alur ambang Sungai Barito pada tahun lalu mengalami kenaikan laba dua persen, yang tergantung komoditas batubara, hasil hutan dan tambang lainnya.

“Jadi memang ada penurunan, akibat cuaca ekstrem, sehingga kapal pengendali kapal parkir masih dalam penataan, dan pendapatannya kurang memuaskan,’’ jelas Nugroho.

Kendati demikian, pendapatan PT Ambapers hingga Oktober 2017 mengalami perbaikan, dengan tambahan obyek pungutan, yakni batubara, hasil hutan dan hasil tambang lannya (galian C) sebesar 30 sen dollar per ton.

“Ya, terjadi peningkatan, dengan membaiknya pasar batubara dan proyek PT Angkasa Pura yang membutuhkan galian C, serta semakin banyak angkutan melalui alur ambang Sungai Barito,’’ ungkapnya.

Sebenarnya peluang pendapatan di alur cukup banyak, namun tergantung regulasi pemerintah terhadap angkutan yang melintasi alur, seperti kapal pengangkut bahan bakar minyak (BBM), kontainer dan kapal penumpang yang hingga kini tidak dikenai pungutan, atau gratis.

“Rata-rata 90 juta metrik ton per tahun, dimana dengan delapan hingga sembilan metrik ton per bulan, dengan armada 30 unit kapal per hari melintas di alur mencapai 800 ton unit kapal per bulan,’’ tutur lulusan Belgia ini.

Lebih lanjut diungkapkan, biaya pemeliharaan alur ambang Sungai Barito berbagi hasil selama ini, dan PT Ambapers memberikan jaminan dengan ketersedian alur dengan kedalaman minimal 5 LWS, ketersedian sarana bantu navigasi, memelihara dan mengelolaan alur sesuai dengan amanah pemerintah selama ini alur aman dilewati siang dan malam.

“Kita pastikan kedalaman alur ambang Sungai Barito minus 5 meter (LWS) dengan lebar 100 meter dan panjang 15 Km, armada kapal lewat semakin lancar, traffic membaik, kenyamanan lalu lintas kapal semakin baik,’’ tutur Nugroho.

Bahkan, di spot-spot tertentu, ada yang kedalamanan lebih dari minus 6 LWS, sehingga alur ambang Sungai Barito diakui cukup nyaman dan aman dilintasi di Indonesia, bahkan alur di Surabaya juga mengikuti pengerukan dan pengelolaan alur di Kalsel. (hif/K-7)

 

 

 

You must be logged in to post a comment Login

LANGGANAN BERITA Via EMAIL
Update Berita Terbaru Seputar Kalimantan
Kalimantan Post - Asli Koran Banua.