• Hari ini : Kamis, 26 April 2018

Pulangkan Mantan PSK Naik Pesawat

JAGA KETAT--: Pihak Pol PP Banjarbaru selalu berjaga di eks lokalisasi agar aktivitasnya tidak terjadi lagi.
JAGA KETAT–: Pihak Pol PP Banjarbaru selalu berjaga di eks lokalisasi agar aktivitasnya tidak terjadi lagi.

Banjarbaru, KP – Pemko Banjarbaru siap memulangkan mantan pekerja seks komersial (PSK) dari tiga lokalisasi yang sudah resmi ditutup dengan naik pesawat terbang.

“Pemulangan mantan PSK dari luar Kalsel diupayakan naik pesawat terbang sampai ke ibu kota provinsi,” ujar Walikota Nadjmi Adhani, baru-baru ini.

Dia mengatakan, pemulangan dengan menggunakan angkutan udara hanya sampai ibu kota provinsi, selanjutnya menuju daerah asal diserahkan kepada pemerintah kota/kabupaten setempat.

“Kami berkoordinasi pemerintah daerah asal PSK itu, sehingga bisa menyambut dan memulangkan mereka sampai ke kampung halaman dengan selamat” tandasnya.

Pihaknya melalui Dinas Sosial masih mendata mantan PSK yang dipulangkan melalui angkutan udara dan memastikan kapan waktu kepulangannya.

“Pemulangan mantan PSK luar Kalsel dijadwalkan 22 Desember hingga terakhir 31 Desember, sehingga tidak ada lagi yang tinggal di lokalisasi karena sudah berniat pulang,” tandasnya.

Dikatakannya, jumlah mantan PSK yang dipulangkan dari lokalisasi Pembatuan Dalam, Batu Besi dan Pal 18 seluruhnya 346 orang, terdiri dari 163 dari Kalsel, 110 dari Pulau Jawa dan 73 dari daerah lain.

“Bagi mantan PSK dari Kalsel diantar menggunakan bus hingga ke daerah asalnya. Namun, kapan waktu pemulangan disesuaikan keinginan mereka,” ujarnya.

Direktur Rehabilitasi Sosial Tuna Sosial dan Korban Perdagangan Orang (RSTS-KPO) Kemensos RI Sonny W Manalu mengatakan, daerah asal lokalisasi hanya memulangkan ke kota tujuan.

“Misalnya Banjarbaru, hanya memulangkan sampai daerah tujuan seperti bandara. Setelah itu diserahkan ke pemda setempat, begitu juga jika ada yang pulang ke Kalsel,” katanya.

Salah seorang mantan PSK mengatakan, dirinya bersama rekan-rekannya hanya mau dipulangkan menggunakan pesawat karena jalur laut yang kurang aman.

“Kami mau pulang karena dibantu naik pesawat, kalau pakai kapal laut takut sebab gelombang lagi besar,” ujar mantan PSK asal Pati Jawa Tengah ini. (wan/K-5)

error: Kalimantan Post - Asli Koran Banua