• Hari ini : Minggu, 19 Agustus 2018

Puluhan Diplomat Dijadikan Pengasuh Tanaman Endemik

Banjarbaru, KP – Pelaksanaan Hari Pangan Sedunia (HPS) 2018 yang dilaksanakan Oktober mendatang tidak hanya memunyai arti penanaman tanaman pangan semata.

Namun, jauh dari itu semua, Provinsi Kalsel bakal kedatangan puluhan diplomat beserta dengan duta besar (dubes).

Kedatangan para diplomat dan dubes ini akan dijadikan momen mempromosikan seluruh potensi yang ada di daerah.

Waktu yang singkat dari pukul 08.00 WITA sampai 17.00 WITA, para diplomat dan dubes di Banua akan disuguhkan berbagai macam potensi daerah. Mereka akan mengikuti Diplomatic Tour.

“Biasanya kami pesan kamar hotel hanya 30 untuk menyambut para diplomat.

Tapi karena kemungkinan besar Direktur Jendral Food and Agriculture Organization (FAO) dan Presiden RI, Joko widodo, jadi daya tarik pata diplomat dan dubes untuk berhadir.

Mereka kemungkinan yang hadir lebih banyak makanya kami siapkan kamar 50 unit,’’ jelas Kepala Pusat Kerja Sama Luar Negeri Kementerian Pertanian, Mesah Tarigan, Jumat (20/7).

Menurut Mesah, kehadiran para diplomat dan dubes di Kalsel harus dijadikan momen promosi daerah. Sebab, lanjutnya, para diplomat orang-orang yang tidak segan mengeluarkan dana baik bantuan maupun investasi.“Asalkan menarik bagi mereka,’’ ujarnya.

Karena itu, saat diajak tour dengan waktu yang sempit, Kalsel harus bisa menonjolkan ciri khas daerah.

“Di daerah lain banyak yang mereka bantu secara cuma-cuma. Dan jangan lupa, prosedur dan ketetapan (protap) penyambutan mereka sama dengan kepala negara. Jadi harus kita siapkan dengan benar,’’ pesannya.

Sementara, koordinator Diplomatic Tour HPS 2018, Hanif Faisol Nurofiq menambahkan, setelah berbagai pertimbangan pihaknya memutuskan ada empat agenda yang akan disuguhkan kepada para tamu asing tersebut.

Yang pertama, adalah penanaman tumbuhan endemik Kalsel di Hutan Kota Komplek Perkantoran Pemprov Kalsel di Banjarbaru.

“Mereka akan menanam masing-maisng satu pohon. Mereka juga akan kami jadikan pengasuh pohon yang mereka tanam dilengkapi sertifikat.

Sehingga, ada memoriabel dalam diri mereka. Dan mudah-mudahan suatu saat mereka kembali lagi menengok pohon asuhan mereka sendiri bersama sanak keluarga,’’ kata Hanif.

Kemudian, lanjut pria yang juga menjabat Kepala Dinas Kehutanan Kalsel ini, rombongan diplomat dibawa ke pusat permata di Pasar Cahaya Bumi Selamat Martapura Kabupaten Banjar.

Di tempat ini, ujar Hanif, diharapkan para tamu asing membelanjakan uangnya untuk membeli pertama atau cinderamata lainnya.

Selain itu, di pasar ini juga tersedia kain Sasirangan.

“Promosi intan permata dan sasirangan kami jadikan satu di CBS mengingat waktu yang tidak banyak. Mereka bisa beli intan atau sasirangan di sana,’’ bebernya.

Selanjutnya para diplomat dibawa ke Siring Menara Pandang untuk menyaksikan pasar terapung.

Menurut Hanif, jika memang diperlukan banyak pedagang maka pihaknya akan mengarahkan semua penjual yang ada.

“Terakhir mereka dibawa ke Desa Jejangkit untuk mengikuti puncak kegiatan HPS,’’ urainya.

Hanif menjanjikan, di sela waktu yang sedikit pihaknya berusaha menampilkan ciri khas daerah. Baik itu ciri khas budaya, adat, dan lain sebagainya.

“Mudah-mudahan ke depan ada diplomat atau duber yang tertarik berinvestasi di Kalsel atau sekedar membantu pembiayaan,’’ harapnya.(mns/K-2)

loading...
error: Kalimantan Post - Asli Koran Banua