• Hari ini : Selasa, 16 Oktober 2018

Puluhan Jenis Kosmetik dan Mamin Dirazia

KASONGAN, KP – Dipenghujung tahun 2015, Balai Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Kalteng bekerjasama dengan Badan Ketahanan Pangan (BKP), Dinas Kesehatan (Dinkes) Disperindagkop beserta Satpol PP Katingan menggelar sidak makanan dan minuman (Mamin) ke sejumlah minimarket dan pasar tradisional di Kota Kasongan. Hasilnya petugas menemukan sejumlah mamin yang tidak layak konsumsi dan beberapa produk kosmetik berbahan berbahaya.

Puluhan produk makanan yang kedaluarsa namun masih dipajang di etalase toko diantaranya, pop mie, indomie, sarimie dan mie sedap. Sedangkan beberapa jenis roti dengan merk roti agung kedapatan sudah berjamur.

Selanjutnya berbagai merk pupur tak luput dari pantauan, terbukti sejumlah merk pupur bayi kedapatan tidak memiliki label produksi dan mengandung bahan yang dilarang.

“Dalam rajia ini kita temukan beberapa produk kosmetik yang mengandung bahan berbahaya, sejumlah produk makanan instan kedaluarsa maupun yang tidak dilengkapi kode produksi,’’ kata Gusti Tamjidillah dari BPOM Kalteng, Senin (28/12) kemarin.

Menurut Gusti, selain itu pihaknya juga terpaksa mengamankan berbagai jenis barang yang mengalami kerusakan pada kemasannya, seperti segel terbuka, penyok dan rusak. Sedangkan dari sejumlah toko yang didatangi, pihaknya belum mendapati adanya produk yang terduga mengandung bahan berbahaya seperti borok maupun rodamin atau pewarna tekstil.

“Kalau ditemukan ada mamin yang dicurigai mengandung bahan berbahaya, pasti akan kita lakukan uji laboratorium biasanya hasil baru bisa diketahui satu minggu. Dan apabila terbukti membahayakan konsumen, maka akan mencabut izin usahanya. Sebab sudah melanggar UU Kesehatan dan Perlindungan Konsumen,’’ tuturnya.

Sementara itu, koordinator sidak Kabid Kosumsi dan Keamanan Badan Ketahan Pangan (BKP) Katingan Tenno Heika mengatakan, tujuan sidak ini tidak lain untuk melindungi hak konsumen dari makanan dan minuman yang tidak layak jual serta memberikan pembinaan kepada para pedagang dan pengelola minimarket agar betul-betul berhati-hati menerima barang dari distributor dan mengecek masa kadarluarsa barang.

“Sementara barang-barang yang diamankan dan dianggap tidak layak konsumsi tersebut, kemudian disita petugas untuk di uji lab. Dan melakukan upaya pembinaan kepada para penjual makanan demi keselamatan konsumen,’’ pungkasnya. (Isn/k-8)

loading...
error: Kalimantan Post - Asli Koran Banua