• Hari ini : Senin, 11 Desember 2017

Puslafor Mabes Diminta Telisik Jembatan Ambruk

Sejumlah anggota Dit Reskrimsus POlda Kallsel, ketika cek dan telisik ambruknya jembatan di Mandastana Kabupaten Barito Kuala.

BANJARMASIN, KP – Atas insiden ambruknya jembatan di Mandastana Kabupaten Barito Kuala tidak hanya menjadi sorota pihak pemerintahan.

Namun, aparat kepolisian juga ikut turun tangan untuk mengkroscek.

Sebagaimana dijelaskan Direktur Reserse Kriminal Khusus Kepolsiian Daerah Kalimantan Selatan, Kombes Pol Rizal Irawan, sejak kejadian robohnya jembatan tersebut sampai sekarang sudah tiga kali pihak kepolisian turun ke Tempat Kejadian Perkara (TKP).

Selain itu juga, ujar Rizal, pihaknya juga sudah meminta keterangan dari dinas terkait serta kontraktor pelaksana.

Menurut Rizal, bukan hanya sampai di sana upaya pihaknya untuk menelisik kejadian tersebut.

“Kami sudah kirim surat ke Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) Jawa Timur. Kalau Kalsel secara administrasi meminta tim ahli ke Labfor Jatim, apakah nanti ada ahli kontruksi atau tidak di sana, kalau harus dari pusat ya dari pusat ahlinya. Tapi secara administrasi kirim ke Jatim dulu,’’ beber Rizal, kepada awak media, kemarin saat berada di Mapolda Kalsel.

Ia mengatakan, dengan belum adanya pemeriksaan intensif dari tim ahli Puslabfor maka indikanya hukum belum bisa disimpulkan.

Oleh karenanya terkait dugaan apakah ada tindak pidana atau tidak Rizal tak mau berkomentar lebih jauh.

“Dari Puslabfor belum ada balasanmungkin karena kemarin terpotong hari libur, intinya kita sudah berupaya, baik secara administrasi dan fisik kita periksa. Apakah nanti dia bertanggung jawab atau tidak nanti kita gelarkan, apakah salah perhitungan kita tidak tahu, apakah alam atau miss kontruksi miss perencaan belum bisa berkomentar dulu sebelum ada telaahan tim ahli,’’ cetusnya.

Sementara Tindakan serupa juga diambil Balai Pelaksana Jalan Nasional (BP2JN) Wilayah XI Banjarmasin.

Meskipun pekerjaan jembatan tersebut sepenuhnya dilaksanakan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Batola, balai jalan tetap perlu mengambil tindakan.

Kepala BP2JN Wilayay XI, Ir Sugiyartanto, MT mengatakan, timnya sudah turun ke lapangan.

Dan hasil dari penelitian sedang dibawa ke Dirjen Pekerjaan Umum dan Kementrian PUPR di Jakarta.

Dia tak mau mengungkapkan hasil penelitan yang sudah dilakukan pihaknya itu.

Namun, pihaknya sudah meminta kepada Pemeritah Kabupaten Batola untuk melakukan penelitian struktur tanah di bawah jembatan yang ambruk tersebut.

“Saya sedang di Jakarta menyampaikan hasil penelitian kami. Dan kami tak bisa menyimpulkan karena akan ditelaah kembali oleh Dirjen Pekerjaan Umum,’’ kata Sugiartanto

Sementara itu, Kepala Bidang Perencanaan dan Pemantauan BP2JN Wilayah XI Reno Ginto menambahkan, ada beberapa hal yang diambil kesimpulan setelah adanya rapat dan pertemuan dengan Dinas PUPR serta Konsultan Perencana CV Setia Jasa Utama, kontraktor Pelaksana Pt Citra Bakumpai Abadi, Konsultan Pengawasnya CV Dian Mitra Treknika.

Di mana pertama, Balai Jalan akan melakukan investigasi penyelidikan tanah dengan bor mesin dekat dekat amblasnya tiang atau pilar jembatan yang amblas.

“Namanya Soil Investigasi atau penyelidikan tanah di lokasi yang runtuh itu nantinya akan melibatkan dari tim dari pusat untuk memastikan. Kita akan selidiki. Hari ini (kemarin, red) akan dilaporkan ke Dirjen, dan hari ini akan dibuat SK untuk meneliti atau mengivestigasi hal ini,’’ kata dia.

Ditambah dua titik di dua abodmnet atau kepala Jembatan satu dan dua, untuk memastikan struktur tanah, di lokasi tersebut.

“Kami juga minta ukur elevasi struktur yang masih kokoh, untuk mengetahui apakah ada terjadi konsolidasi kepada pilar yang masih utuh, karena kami khawatir ini akan terjadi satu satuan waktu juga amblas lagi,’’ katanya.

Yang penting juga, sambungnya, pengguna jasa harus menyepakati suatu pernyataan untuk bertanggungjawab sesduai dengan undang undang yang mengatur.

“Bahwasanya kontraktornya sudah menyatakan akan bertanggungjawab dan sudah membubuhkan surat untuk menyanggupi untuk memperbaiki dan merekontruksi kembali, disaksikan oleh Kepala Dinasnya. Disarankan juga kepada dinas terkait untuk sediakan jalur atau rute alternative,’’ kata dia.

Dia menyebutkan pihaknya sudah melihat secara fisik dan diketahui lebih tepatnya jembatan itu mengalami amblas, atau bahasa banjarnya tahantak.

Namun jika melihat arus lalulintas di sana tidak padat dan tidak terlalu berat.

“Namun kami, sebagai Balai Jalan akan mengetahui penyebabnya secara pasti akan membeberkan setelah adanya investigasi. Investigasi ini hasilnya akan disampaikan ke Dinas PU nantinya,’’ kata dia.

Masih menurut Reno Ginto, sebetulnya pihak Dinas sudah tepat untuk memilih tiang pancang baja.

“Hanya saja, kita perlu lakukan penelitian soal penyebab ini, dengan melibatkan ahli, kalau ahli turun sudah lengkap termasuk ahli geologi yang mengetahui kontruksi tanah. Kenapa tanah itu amblas, dan ini pertama kali terjadi.  Hanya saja kalau konsolidasi yang menggambarkan ciri ciri banyak dan biasa diketahui di tanah tanah lunak,’’ kata dia.

Namun dia tidak mau membanding bandingkan dengan anggaran DAK yang dihabiskan sebesar Rp 17,4 Miliar sesuai atau terlalu banyak.

“Nah kami tidak akan sampai ke sana, karena kami akan menilai dan menelaah apakah dan kenapa sampai bisa amblas,’’ kata Reno.

Diketahui, jembatan Tanipah-Mandastana ini dibuat 180 hari kalender kerja yakni mulai September 2015, selesai Februari 2016. Dibangun menggunakan dana alokasi khusus (DAK) APBN-P Sebesar Rp 17,4 Miliar.(mns/K-4/K-2)

%d blogger menyukai ini: