• Hari ini : Kamis, 26 April 2018

Putar Musik Sambil Bersihkan Darah Nenek Dimutilasi

Kapolres Balangan, AKBP Moh Zamroni (tengah) saat memperlihatkan barang bukti disaksikan Bupati Balangan, H Ansharuddin (kanan) kasus cucu mutilasi nenek.
Kapolres Balangan, AKBP Moh Zamroni (tengah) saat memperlihatkan barang bukti disaksikan Bupati Balangan, H Ansharuddin (kanan) kasus cucu mutilasi nenek.

Paringin, KP – Ini namanya bisa dibilang cucu berdarah dingin tanpa ada rasa penyesalan. Karena usai membunuh dan mutilasi neneknya bernama Sitat alias Nenek Iyut (80), beberapa waktu lalu, tersangka berinisial TA, malah putar musik sambil membersihkan ceceran daran di lantai kamar mandi, tempat ia mengeksekusi.

Itulah yang terungkap dalam gelar kasusnya oleh Polres Balangan, Selasa (11/10).

Ada beberapa barang bukti yang digelar, diantaranya karung yang digunakan untuk membungkus potongan tubuh korban, senjata tajam jenis mandau untuk memutilasi neneknya, baju, pakaian dalam dan anting yang dikenakan korban saat dibunuh.

Selain itu, ada juga satu set DVD dan speaker aktif yang digunakan tersangka untuk memainkan musik saat membersihkan sisa darah korban di lantai kamar mandi, tempat mengeksekusi korban.

“Tersangka TA yang tidak lain adalah cucu korban ini, membunyikan musik dengan volume tinggi untuk menutupi suara air saat ia membersihkan sisa darah dan kemudian dibuang ke sungai,’’ ujar Kapolres Balangan, AKBP Moh Zamroni.

Dalam gelar perkara kasus yang menjadi perbincangan hangat di kalangan masyarakat Balangan hingga Kalsel ini, turut dihadiri oleh Bupati Balangan H Ansharuddin yang kemudian memberikan nasiat kepada tersangka.

Sebelumnya, teka-teki hilangnya nenek Nenek Iyut, terungkap setelah ditemukan di Sungai Barito dalam keadaan mengapung terbungkus karung, Kamis (6/10), sekitar pukul 06.00 WITA.

Nenek yang dimutilasi dan tubuhnya dimasukan ke dalam karung itu, ditemukan warga di Desa Bahlayung Kecamatan Bakumpai Kabupaten Barito Kuala (Batola) Korban diketahui warga Desa Kupang, Kecamatan Lampihong, Kabupaten Balangan yang hilang sejak (20/9).

Saat ditemukan korban sudah berada dalam karung bertulisan Imis, dan saat dibuka ternyata tulang-tulang yang sudah terpenggal. (jun/K-4)

Tag:,
error: Kalimantan Post - Asli Koran Banua