• Hari ini : Senin, 22 Januari 2018

Raih Adipura Usai Puluhan Tahun Menghilang

SEJUMLAH - Pelajar turut bangga saat menggenggam piala adipura 2016 untuk Tabalong. (KP/Rosadi)
SEJUMLAH – Pelajar turut bangga saat menggenggam piala adipura 2016 untuk Tabalong. (KP/Rosadi)

Tanjung, KP – Setelah beberapa tahun memasuki masa penataan kota, mulai dari pembenahan fasilitas umum seperti jalan, dan infra struktur lainnya, kini telah tiba masanya Kabupaten Tabalong kembali berhasil meraih Adipura sebagai lambang bahwa kota kabupaten paling ujung utara Kalsel ini juga bisa mendapat gelar sebagai kota yang bersih dan ramah lingkungan atau Kota Bersih dan Teduh.

Keseriusan pemerintah dalam kepemimpinan Bupati Tabalong Drs H Anang Syakhfiani M.Si, dan Wakil Bupati DR H Zony Alfiannor SE Akt MM, yang memberdayakan beberapa unsur terlibat dengan semboyan ‘kebersamaan’ Tahun 2016 ini Kabupaten Tabalong berhasil mendapatkan Piala Adipura setelah elebih kurang 21 tahun kabupaten yang mengusung motto Barasih, Sehat, Indah, Nyaman Aman dan Ramah (Bersinar) ini.

Perolehan Piala Adipura untuk Kabupaten Tabalong diserahkan langsung oleh Wakil Presiden (Wapres) HM Jusuf Kalla yang  di dampingi oleh Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya Bakar, kepada Bupati H Anang Syakhfiani di Lapangan Depan Istana Siak, Riau, Jumat (22/7) lalu, yang kemudian kedatangan piala adipura tersebut disambut oleh masyarakat Kabupaten Tabalong dengan menggelar konvoi oleh pasukan kuning (petugas kebersihan.red) mengelilingi kota tanjung dan sekitarnya.

Dihadapan public, Bupati Tabalong Drs H Anang Syakhfiani M.Si, menyampaikan bahwa diraihnya piala adipura bukan hanya penghargaan daerah saja melainkan ini adalah merupakan penantian panjang masyarakat Kabupaten Tabalong, “raihan piala Adipura yang kita raih ini bukanlah sekedar penghargaan daerah saja, melainkan sebuah penantian panjang selama 21 tahun, dan berkat kebersamaan semua pihak, lambang supremasi piala Adipura akhirnya kita raih,” kata bupati Anang saat acara syukuran dirainya Piala Adipura 2016 untuk Tabalong, bertempat di Taman Kota, belum lama tadi di Tanjung.

Secara jujur Anang mengakui, bahwa keberhasilan Tabalong meraih piala Adipuran merupakan hasil kerja keras semua pihak, terlebih kerja ikhlas para ‘Pasukan Kuning’ yang tak kenal lelah membersihkan kota Tanjung.

Maka itu, Anang pun turut berjanji bakal memberikan bonos gaji ke 13 dan 14 di 2016 ini kepada seluruh honorer lapangan Pasukan Kuning. “Gaji atau honor para pasukan kuning juga kita naikkan pada 2017 nanti,” katanya sambil perpesan agar kinerja Pasukan Kuning terus lebihmeningkat lagi.

Dalam kesempatan itu juga, orang nomor satu di Kabupaten Tabalong ini turut berharap kepada seluruh publik masyarakatnya agar terus mempertahankan harga diri daerah terhadap kebersihan yakni Adipura. “Kewajiban kita semua untuk mempertahankan piala Adipura ini. Saya targetkan Tabalong meraih piala Adipura Paripurna (tiga tahun berturut-turut),” ujarnya.

Sementara Menteri LHK Siti Nurbaya Bakar, sebelumnya telah mengingatkan agar daerah para penerima penghargaan mampu mempertahankan dan meningkatkan kinerjanya. “Bagi kota-kota yang sudah mendapatkan ini adalah apresiasi dan harus di jaga dan di tingkatkan terus,” pinta Siti Nurbaya.

Masih terkait peraihan piala Adupura, Wapres Jusuf Kalla juga meminta kepada daerah yang mendapatkan penobatan dan penghargaan sebagai Kota Bersih dan Teduh tersebut kedepannya mampu kembali melahir sebuah kawasan yang hijau, “Kedepan segalanya bentuk program lingkungan hidup kiranya mampu melahirkan sebuah kawasan kawasan yang hijau dan liveable sehingga masyarakat bisa menikmati dampak dari program tersebut,” demikian papar Wakil Presiden Jusuf Kalla dalam sambutannya pada Penganugerahan Piala Adipura di Siak Pekanbaru beberapa waktu yang lalu.

Terkait diperolehnya kembali piala adipura sebagai lambang kota yang bersih, salah seorang warga Kabupaten Tabalong kepada KP berharap agar semua pihak turut serius untuk mencipatakan lingkungan yang bersih dan nyaman, sebab lingkungan yang bersih dan nyaman akan berpengaruh pada kehidupan yang ada di dalamnya, “jadi kalau bisa tidak ada lagi sampah yang sampai numput karena tertunda diangkut oleh petugas dan kepada masyarakatnya juga hendaknya dihimbau agar tidak membuang sampah sembarangan, terutama di wilayah perkotaan seperti di trotoar jalan, persimpangan, dan sebagainya, bahkan jika perlu selain pemerintah menyediakan tempat sampah yang refresentatif untuk warga juga menindak tegas jika ada masyarakat yang sengaja tidak membuang sampah sesuai ketentuan,” ujarnya.

“Saya bukan tidak terima, namun ini juga hendaknya menjadi perhatian pemerintah terutama dinas terkait, jika menaruh tempat sampah jangan di lokasi yang bisa mengganggu masyarakat, seperti yang ada di Tanjung Selatan setelah Kantor Samsat arak ke Kecamatan Tanta, itu terlalu terbuka, kalau bisa di tempatkan yang lebih tersembunyi lagi, namun mudah untuk di datangi,” harap warga yang saat itu melintas di lokasi tersebut dan namanya tidak dikorankan ini. (ros/hms/K-6)

Tag:
error: Kalimantan Post - Asli Koran Banua