• Hari ini : Sabtu, 20 Januari 2018

Ratusan Toko Ludes Terbakar

10-- 4 klm 4 cm lokasi

Palangka Raya, KP – Rutusan buah toko dan kios di Pasar Besar Palangka Raya di kawasan Halmahera-Jalan Jawa, ludes diamuk api, Selasa dinihari (16/8), sekitar pukul 03.30 WIB.

Penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan kepolisian. Bahkan dari Tim Labfor Mabes Polri amankan kompor di warung makan milik Acil Amah.“Kita tak tahu asal api,’’ ungkap salah satu korban lainnya, Neneng (24).

Dalam musibah, buah mushola ikut terbakar, termasuk  sebuah Hotel Melati. Hingga paginya, sekitar pukul 10.00 WIB, disaat Gubernur Kalteng, H Sugianto Sabran berkunjung ke lokasi, api masih ada menyala dibeberapa bangunan milik pedagang.

Sementara Tim Laboratorium Forensik Cabang Surabaya, Mabes Polri melakukan oleh TKP, Rabu (17/8). Anggota lebih dulu mengelilingi sudut-sudut kawasan yang terbakar.

Pukul 13.50 WIB, barulah anggota menuju ke warung makan Acil Amah, yang diduga menjadi penyebab awal mulanya api muncul.

Anggota terlihat melakukan pengecekan kabel-kabel bekas terbakar, saklar, kompor dan lain-lain sebagai bahan penyelidikan.

Halimah (50) nama lengkap Acil Amah ini juga dipanggil untuk menyaksikan olah TKP dan menjawab beberapa pertanyaan. Anggota kemudian mengamankan beberapa sample berupa kompor.

Kapolsek Pahandut AKP Ani Maryani mengatakan, belum bisa menyimpulkan penyebab kebakaran.
Menurutnya, data yang terhimpun ada 289 toko yang terbakar. 80 di antaranya merupakan toko emas dan 20 toko perak. Sedangkan sisanya merupakan toko pakaian.

“Kita tunggu dari Labfor. Untuk saksi baru empat orang yang diperiksa,’’ ujarnya.

Sementara itu, Acil Amah mengatakan, saat kejadian ia tidak ada di warung itu. Dia menyebut warung tutup pada pukul 16.30 WIB dan kembali buka pukul 06.30 WIB.

Selain itu dia mengaku kompor sudah dimatikan. Namun kulkas dan pemasak nasi masih tercolok di aliran listrik.

Di lokasi pula, Gubernur menyempatkan diri berdialog dengan para pedagang yang menjadi korban.
Menurut Saadah (22), yang berdagang pakaian di kawasan tersebut sejak beberapa tahun lalu dengan modal Rp40 jutaan dari pinjaman Bank, dan dengan kebakaran ia mengaku sementara waktu pasrah.

Mendengar itu, Gubernur memberikan semangat agar tak boleh menyerah, dan pemerintah akan membantu agar para pedagang segara bisa beraktivitas.

Namun semuanya masih harus berkoordinasi dengan Pemerintah Kota Palangka Raya, dan para pemilik lahan yang terbakar.

Langkah awal menurut Sugianto segera membersihkan puing-puing bangunan dan reruntuhan segera disinggirikan, berikut menata kawasan tersebut agar tidak kumuh lagi, yang merupakan biang keladi mudahnya pasar tersebut terbakar.

“Pada umumnya pasar tradisonal itu kumuh, kedepan tidak boleh lagi terjadi. Harus ditata agar lebih baik,’’ ujar Gubernur, seraya berharap para pemilik lahan/toko yang bersertifikat tak boleh membangun sesukanya.

Untuk mengungkapkan penyebab kebakaran pasar baru jalan Jawa-Halmahera tersebut, kini pihak Kepolisian telah bekerja mengumpulkan barang bukti, dan data untuk diselidik lebih lanjut, termasuk asal muasal terjadinya kebakaran.(drt/net/K-4)

error: Kalimantan Post - Asli Koran Banua