• Hari ini : Kamis, 26 April 2018

Ribuan Calon Mahasiswa ULM Dibikin Was-was

TES ULM – Calon mahasiswa ULM ketika mengikuti tes masuk ULM. (Net)
TES ULM – Calon mahasiswa ULM ketika mengikuti tes masuk ULM. (Net)

BANJARMASIN, KP – Tentunya ribuan calon mahasiswa ULM, yang tak lolos pada jalur pertama SNMPTN (berdasarkan nilai raport sekolah) dan SBMPTN (tes seleksi bersama seluruh Indonesia) dan terakhir ini, yang baru saja dilakukan tes-nya yakni jalur Mandiri, dibikin was-was.

Dari keterangan dihimpun {{KP}}, yang bikin calon mahasiswa mengikuti jalur Mandiri tahun ajaran 2016-2017 di ULM (Universitas Lambung Mangkurat) soal adanya lembaran pernyatakan kesanggupan membayar iuran Uang Kuliah Tunggal (UKT) persemester dengan tiga kelompok atau kreteria pilihan.

Dari data, hampir semua diperuntukan bagi fakultas. Namun hanya sebagian kecil menentukan dua hingga satu kreteria seperti program studi Akuntasni ada dua kelompok.

Program biologi dua pilihan, program Farmasi satu pilihan, program Fisika dua pilihan, program Ilmu Komputer dua pilihan, program Matematika dua plihan,

Kemudian Psikologi, Tehnik Kimia, Arsistektur, Teknik Lingkungan , Mesin, Pertambangan, Sipil hingga Kedoteran Gigi, ini hanya satu pilihan.

Rata-rata dari mulai Rp2 juta hingga sampai Rp17 juta lebih (Krdokteran Gigi), yang dibuat untuk iuran UKT.

Menjadi persoalan disini, para calon mahasiswa yang jumlahnya ribuan tentunya menjadi was-was adanya pilihan soal iuran persemester itu.
Kekawatiran mereka jika memilih terendah harapan untuk lolos sangat tipis.

“Kita memang belum dinyatan lulus setelah tes, Selasa lalu (27/7/2016) melalui jalur Mandiri ini. Tapi sudah diberikan lembaran pernyataan kesangguan membayar iuran UKT. Kenapa tak setelah lulus saja,’’ ujar salah satu calon mahasiswa.

Bagi calon mahasiswa, binggung dan menjadi penafsiran yang berbeda-beda. Satu sisi bisa dikatakan membantu adanya pilihan biaya yang terendah.

Dan sisi lain kawatir hanya orang-orang yang memilih tertinggi saja bisa lolos.

Seperti diungkapkan Syahrizal, ketika disapa {{KP}}, kemarin, saat ingin menyerahkan lebih awal lembaran pernyataan itu di Direktorat ULM.
Dirinya menyatakan memlih iuran yang paling tinggi dengan alasan biar aman.“Ini semua setelah musyawarah dari saluruh keluarga hingga saran nenek yang mantan dosen. Biar aman saja,’’ ujarnya lagi sambil berjalan ke bagian Keuangan.

Hal senada diungkapkan Novi, yang saat itu didampingi orang tuanya dengan memilih iuran tertinggi. Di lain pihak yang membuat wah, ada pernyataan sanggup jauh melebihi dari penetapan.

Namun, ada juga mahasiswa lain memlih iuran terendah, dan berucap pasrah serta apapapun hasilnya menyerahkan semuanya kepada Yang Maha Kuasa.

Disini banyak calon mahasiwa bingung dan ragu-ragu adanya pilihan UKT, termasuk para orang tua calon ikut kawatirkan nasib pendidikan anaknya serta cara seleksi dalam lingkungan ULM.

Bukan Jaminan
Sementara itu Kabag Keuangan Direktotat ULM, Akhmad Iskandar SPD MPD, yang ditemui KP mengatakan, perberlakuan di ULM, sudah sejak tahun 2013.

Namun soal diserahkan lebih awal lembaran pernyataan sebelum pengumunan ini, menurutya suatu masukan saran yang akan dipertimbangan pada tahun berikutnya.

Dijelaskan, UKT sesuai Peraturan Perintah (Permen)  Nomor 55 tahun 2013, yang bermula dua tahun sebelmnya itu, pemerintah ingin buka akses bagi keluarga yang tak mampu.

Pad atahun 2011-2012 asal muasal Menteri perintah Perguruan Tinggi Negeri (PTN) seluruh Indonesia menghitung secara unit cost, bagimana seorang sarjana dari awal masuk sampai wisuda, berapa biaya yang dikerluarkan.

Terus, unit cost dibagi lagi oleh pemerintah biaya langsung dan tak langsung. Pada finalisasinya dibagi tiga regional, BTK biaya kuliah tunggal (yang disebut unit cost), yang dampingi UKT.

“Kalau memilih iuran paling tigggi supaya aman. Itu yang  salah dan kami berkali kali sampai ke daerah sosialisasikan,’’ ujar Akhmad Iskandar.

Sisi lain, bila ada penryataan di jalur Mandiri memilih melampaui kreteria, maka pihaknya akan menghubungi orangtua calon mahasiswa, karena akan berjalan delapan sementer, apa mampu.

“Kalau dulu atau jalur pertama memang ada semacam pengajuan keringan dnegan berbagai syarat. Namun, jaklur Mandiri tak ada lagi, dan jumlah iuran UKT itulah yang disehahkan kepada masyarakat sesuai mana yang kemammpuannnya.

“Pimpinan di Direktorat ULM sudah pernah memaparkan ke bebrbagai pihak untuk meluruskan, bukan yang mengisi tertinggi yang jaminan lolos. Tetap kemampuan Akademis yang diutamakan,’’ ujarnya.
Kata kuncinya disini ungkap Akhmad Iskandar, dengan mengisi kesanggupan tinggi, bukan faktor utama kelulusan. (K-4/K-1)

Tag:
error: Kalimantan Post - Asli Koran Banua