• Hari ini : Senin, 11 Desember 2017

Ribut di Eksekusi, Kasat Intel Terbentur Balok

MENDAPAT PERLAWANAN – Eksekusi yang dilakukan PN Banjarmasin dengan dibackup aparat kepolisian dan TNI sempat mendapat perlawanan dari pemilik bangunan. Ketegangan sempat mewarnai eksekusi ini. (KP/Aqli)

Banjarmasin, KP – Sempat terjadi keributan di lokasi eksekusi bangunan rumah di Jalan Cempaka Sari III, Jalur RT 38 Kelurahan Basirih, Banjarmasin Barat, Selasa (12/9).

Pemilik bangunan berusaha mempertahankan dengan menghalagi anggota, dan sempat diamankan ke luar rumah sebanyak 10 orang dari pihak penghuni bangunan saat itu.

Disela penghancuran bangunan, Kasat Intel Polresta Banjarmasin, Kompol Zainuri, yang mendampingi Kapolresta Banjarmasin, Kombes Pol Anjar Wicaksana serta pejabat lainnya masuk ke dalam rumah, terbentur balok kayu dari banguan tersebut.

Untungnya tak smapai parah.“Ah gak apa kok,’’ ucap Zainuri, kepada KP sambil mengoleskan minyak angin ke kepalanya saat itu.

Di lokasi, tim juru sita dari Pengadilan Negeri (PN) Banjarmasin akhirnya berhasil mengeksekusi bangunan itu, meski ini sudah kali ke empat dilakukan tim, yang selalu mendapat perlawanan.

Saat itu, untuk mengamankan jalannya eksekusi sekitar empat ratus personil gabungan Polresta Banjarmasin, Kodim/1007 dan Satpol PP serta Dishub Kota Banjarmasin, turun tangan.

Bahkan ada Kabag Ops Polresta Banjarmasin, Kompol Eko Tjahyo U dan Kasat Reskrim AKP Ade P Rihi, serta Kapolsek Banjarmasin Barat Kompol Joni Eka.

Eksekusi sempat terhambat sejumlah pihak tergugat yang menghalangi petugas masuk ke dalam rumah dan hingga akhirnya sekitar 12 pihak kerabat tergugat diamankan.

Rumah cukup besar tersebut setelah dibacakan tentang putusan, langsung dibongkar menggunakan gergaji mesin.

Sengketa kasus bangunan tersebut diajukan oleh Thamrin Jon dan H M Muchtar, selaku kuasa hukum dari pihak penggugat Ani, dengan lawanya Fitri. Perkara ini diajukan sejak tahun 2009, dan dimenangkan oleh pihak penggugat Ani, dengan penetapan dari Pengadilan Negeri Banjarmasin.

Juru Sita Pengadilan Negeri Banjarmasin Gungun Nugraha mengatakan, seharusnya eksekusi dilaksanakan pekan lalu, namun mereka mengulur karena dengan alasan yang bersangkutan berada di tanah Suci dan meminta eksekusi setelah kedatangan haji.

“Kasusnya diajukan pemohon sejak tahun 2009, dan setelah dimenangkan beradasarkan penetapan sudah tiga kali gagal untuk melakukan eksekusi dan ini yang keempat dan Alhamdulillah eksekusi berhasil. Pihak penggugat menang karena memiliki sertifikat sah, sementara sertifikat yang dimiliki oleh pihak tergugat tidak sah,’’ terang Gungun.

Sementara Kapolresta Kombes Pol Anjar Wicaksana, yang belakangan turun ke lokasi mengungkapkan bahwa pihaknya melakukan pengamanan eksekusi dan menurunkan sebanyak 350 personil gabungan.

Dalam eksekusi memang ada sedikit hambatan, namun bisa diatasi. `

`Sementara untuk beberapa orang pihak tergugat sudah diamankan untuk menghindari keributan, dan mereka akan dididata dan dimintai keterangan,’’ katanya.(K-4)

 

%d blogger menyukai ini: