• Hari ini : Rabu, 24 Januari 2018

Roesinah Jamri Raih Penghargaan Pahlawan untuk Indonesia’

ROESENAH JAMRI - Pendiri Sanggar Tatau Silu Bulau Desa Pangelak Kecamatan Upau Kabupaten Tabalong. (KP/Rosadi)
ROESENAH JAMRI – Pendiri Sanggar Tatau Silu Bulau Desa Pangelak Kecamatan Upau Kabupaten Tabalong. (KP/Rosadi)

Tanjung, KP – Roesinah Jamri warga Desa Nawin Kabupaten Tabalong 66 tahun meraih penghargaan Pahlawan untuk Indonesia atas dedikasinya melestarikan budaya Dayak Deah.

Program awarding ‘Pahlawan untuk Indonesia,’ yaitu program untuk memberikan penghargaan kepada sosok berdedikasi tinggi, inovatif, dan melaksanakan kegiatan inspiratif yang bermanfaat terhadap orang banyak diberikan Group Media Nusantara Citra (MNC) Media bekerjasama dengan Kementerian Pariwisata.

Pahlawan Budaya dari `Bumi Sarabakawa’ ini bersama delapan orang lainnya se Indonesia dinilai layak menyandang gelar Pahlawan untuk Indonesia. Ke-9 Pahlawan ini dipilih melalui seleksi ketat.
Roesinah bakal dinobatkan sebagai ‘Pahlawan untuk Indonesia’ oleh MNC Media pada 10 November 2016 di Jakarta.

Meski usianya mulai senja, Roesinah Jamri kelahiran Desa Nawin 66 tahun ini dan kondisi badan tak mampu berdiri lama bukan lantas menyurutkan tekadnya melestarikan budaya leluhurnya, yakni seni Dayak Deah Kabupaten Tabalong Kalimantan Selatan.

Ia memberikan semangat anak didiknya mempelajari tarian tradisi Dayak Deah. Roesinah hanya bertekad melalui Sanggar Tatau Silu Bulau miliknya. kesenian Dayak Deah tetap lestari.

Sanggar seni tatau silu bulau miliknya ini didirikan pada 28 maret 1994. Terbentuknya sanggar ini datang dari nalurinya yang menginginkan melestarikan tari tradisi Dayak Deah. “Karena saat itu anak muda dari Desa kami Pangelak Kecamatan Upau masih menganggap belajar tari tradisi merupakan hal kuno,” ujarnya.

Diceritakan Roesenah, sekitar tahun 1982 sebagai alumni Diploma Dua (D2) pendidikan, ia dipercaya mengajar muatan lokal khususnya seni budaya Dayak Deah di sekolah setempat.

Awalnya Roesinah kurang mendapat sambutan dari anak-anak. Namun keberangkatannya mengisi acara di Anjungan Taman Mini Indonesia Indah Jakarta tahun 1990 lalu menjadi daya tarik bagi anak anak untuk ikut belajar tari.

Tekad Roesina pun disambut Pemerintah Daerah Tabalong dengan dikeluarkannya ijin pembentukan Sanggar Tatau Silu Bulau. Nama Sanggar Tatau Silu Bulau sendiri merupakan saran sahabat Roesinah yang memiliki arti kaya bersuluh emas, dengan harapannya meski gencarnya arus modernisasi, tapi sanggar tradisi ini tetap bertahan.

Awal pembentukan sanggar disebutnya dengan modal swadanya. Roesinah membeli beberapa peralatan seperti gong dan babun alias kenong dan gendang,  sejak saat itulah sanggar tatau silu bulau dikenal masyarakat dan dipercaya mengisi hiburan seni di setiap acara, Tidak hanya di wilayah Kabupaten Tabalong bahkan luar Kalimantan Selatan.

Meski sering tampil di berbagai tempat, di usianya senja Roesinah mengimpikan keinginannya menampilkan  tarian tradisi Dayak Deah di Bali. Karena menurutnya, Bali memiliki kesenian dan kebudayaan yang luar biasa, sehingga ia berharap kelak wisatawan datang ke desanya untuk melihat kesenian dan kebudayaan Suku Dayak Deah di Desa Pangelak Kecamatan Upau Kabupaten Tabalong.

Terkait dengan program  awarding ‘Pahlawan untuk Indonesia’  Menteri Sosial (Mensos) Khofifah Indar Parawansa mengapresiasi program awarding yang dilakukan oleh MNC Media untuk memberikan penghargaan terhadap sosok yang berdedikasi dan inovatif. “Dari berbagai pelosok yang mungkin tidak sempat terpotret oleh dunia gemerlap, dunia keramaian dan publikasi saya rasa MNC pasti melalui proses yang sangat panjang menemukan mutiara-mutiara kehidupan yang luar biasa,” ungkap Khofifah di rumah dinasnya, Widya Chandra, Kuningan, Jakarta, belum lama tadi.

Menurut Khofifah, program awarding ‘Pahlawan untuk Indonesia’ itu sangat membantu pemerintah karena memberikan insipirasi terhadap masyarakat lainnya untuk mengabdi dan berbuat yang bermanfaat. Ini akan menjadi refrensi bagi warga bangsa lain bahwa mereka dengan berbagai keterbatasan, mereka melakukan pengabdian yang luar biasa, jadi pengabdian, pengorbanan keteladan ini akan menjadi referensi yang sangat positif dan edukatif bagi bangsa. (hms/ros/K-6)

Tag:
error: Kalimantan Post - Asli Koran Banua