• Hari ini : Rabu, 18 Juli 2018

RSUD Hasan Basry Luncurkan Bridging System

LAUCHING - Bridging System antara Aplikasi SEP BPJS Kesehatan dengan SIMRS RSUD Kandangan di aula RSUD, Senin kemaren (31/1). (KP/Norda Simah)
LAUCHING – Bridging System antara Aplikasi SEP BPJS Kesehatan dengan SIMRS RSUD Kandangan di aula RSUD, Senin kemaren (31/1). (KP/Norda Simah)

Kandangan, KP – Untuk meningkatkan mutu layanan yang lebih baik kepada peserta maupun terhadap fasilitas kesehatan, BPJS Kesehatan mengembangkan bridging system.

RUSD Brigjens H Hasan Basry Kandangan menggelar kegiatan peluncuran atau Lauching Bridging System  antara Aplikasi SEP BPJS Kesehatan dengan SIMRS RSUD Kandangan di aula RSUD, Senin (31/1).

Launching bridging system ditandai Penandatanganan MoU dan Perjanjian Kerjasama antara BPJS Kesehatan Cabang Barabai dengan RSUD H Hasan Basry Kandangan. Penandatangan dilakukan Direktur RSUD H.Hasan Basry Kandangan dr.Hj.Rasyidah,M.Kes dan Kepala BPJS Cabang Barabai Anto Kalinga, disaksikan secara langsung oleh Sekretaris Daerah Drs.H.M.Ideham,M.AP yang mewakili Bupati HSS.

Turut hadir Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten HSS, Badan Pengawas RSUD H. Hasan Basry, Kasi Pelayanan Perizinan dan Non Perizinan Mstavip Rina, jajaran RSUD H.Hasan Basry Kandangan dan jajaran BPJS Kesehatan Cabang Barabai.

Sekda HSS HM Ideham dalam sambutannya mengharapkan dengan peluncuran integrasi sistem ini nantinya dapat meningkatkan layanan kesehatan optimal secara dapat optimal dan sistem komputerisasi pelayanan juga membutuhkan sinergi utamanya dalam kesiapan Sistem dan tenaga SDMnya.

“Perubahan sistem harus diiiringi dengan perubahan  baik dari cara kerja maupun pola pikir, dari  dari manual ke komputer, kami mengucapkan selamat bekerja dengan sistem bridging kepada  Tim IT baik dari BPJS dan RSUD  untuk meningkatkan pelayanan kesehatan di RSUD”,ujarnya.

Pimpinan BPJS Barabai Anto Kalina menjelaskan program  Jaminan Kesehatan Nasional (Jamkesnas) merupakan komitmen pemerintah pusat sehingga ditahun 2019 pendaftaan jumlah peserta se Indonesia, Jamkesnas hadir di tengah-tengah masyarakat untuk dapat penuhi kebutuhan dasar kesehatan masyarakat.

Menurutnya dilapangan memang ada beberapa  masalah yang perlu diatasi bersama agar program ini dapat terlaksana dengan baik sementara data jumlah kepesrtaan Jamkesnas secara nasional per 28 Oktober sejumlah 177 juta.

Peningkatan jumlah kepersertaan program kesehatan ini pada fasilitas kesehatan tujuan untuk atasi keterbatasan kemampuan masyarakat dalam biaya pengobatan sehingga memperluas  akses kesehatan masyarakat begitupun menurutnya di HSS, klaim BPJS menjadi 3,4 Milyar menjadi salah satu pendapatan RSUD.

“Brigging System ini adalah upaya integrasi dua sistem hingga RSUD dapat akses data kepersertaan BPJS Nasional  sehingga dapat mempercepat administrasi klaim dan entry data serta efesien karena pasien antri cuma satu kali”,ujarnya.

Turut berhadir dalam kegiatan ini Direktur RSUD H Hasan Basri Hj Rasyidah, Perwakilan Kantor KP2T dan Dinas Kesehatan, Jajaran BPJS Barabai, Pengawas RSUD dan Undangan lainnya. (noi/K-6)

Tag:
error: Kalimantan Post - Asli Koran Banua