• Hari ini : Rabu, 24 Januari 2018

Rukyatul Hilal Tentukan 1 Dzulhijjah

Kepala Kanwil Kemenag Provinsi Kalsel, Drs.H Noor Fahmi saat melaksanakanRukyatul Hilal, untuk menentukan 1 Zulhijah 1438 Hijriah.

Banjarmasin, KP – Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Agama Provinsi Kalimantan Selatan melaksanakan rukyatul hilal untuk menentukan 1 Dzulhijjah 1438 Hijriah yang dilakukan di atas gedung Bank BPD Kalsel.

Kepala Kanwil Kemenag Kalsel, Noor Fahmi dalam siaran pers dari Humas instansi tersebut mengatakan bahwa hasil rukyatul hilal akan dilaporkan ke Kemenag RI sebagai bahan masukan penentuan awal bulan Dzulhijjah.

“Melihat tidak melihat harus dilakukan rukyat untuk memberikan masukan kepada Badan Hisan Rukyat Kemenag RI untuk melakukan sidang itsbat,’’ ujar Kepala Kanwil Kemenag Provinsi Kalimantan Selatan H Noor Fahmi.

Ka.Kanwil berharap dengan dilakukannya rukyatul hilal dapat memberikan ketenangan pelaksanaan idhul adha dan hari tasyrik tahun 1438 H.

“Berharap umat muslim Indonesia melaksanakan secara serentak,’’ harapnya usai pelaksanaan rukyat di atas Gedung Bank BPD Banjarmasin, kemarin.

Dalam kesempatan tersebut, diimbau seandainya ada perbedaan penentuan awal bulan haji jangan sampai menjadi sumbu pemecah umat Islam.

“Tanggung jawab kita bersama untuk memberikan contoh saling hormat menghormati. Jadikan momuntum ini untuk menyebarkan jiwa berkorban unt kepedulian sesama dalam kebersamaan,’’ pintanya.

Tim badan hisab rukyat Kalsel Rahman Hilmi dalam sesi pemaparan posisi hilal mengatakan bahwa ada 3 hal penentuan awal bulan hijriyah.

“Kapan terjadinya ijtima yaitu kesegarisan bulan dan bumi, ketinggian hilal saat matahari terbenam serta usia bulan di hari penentuan rukyat,’’ terangnya.

Selanjutnya Hilmi menambahkan bahwa untuk posisi hilal di Kota Banjarmasin saat terbenamnya matahari pada pukul 18.25 wita dengan ketinggian hilal di atas ufuk adalah 7 derat 44 menit dan tinggi mar’inya 7 derajat 18 menit.

“Berdasarkan kriteria Imkanurrukyat Majelis Agama Brunei Darussalam- Indonesia-Malaysia dan Singapura (MABIMS) yang digunakan oleh Pemerintah Indonesia, maka kondisi hilal telah terpenuhi, namun penetapan 1 Dzulhijjah 1438 H menunggu keputusan sidang itsbat Kementerian Agama,’’ terangnya.

Mengenai hasil rukyatul hilal di Kota Banjarmasin, Hilmi mengatakan cuaca di saat rukyat sangat tidak memungkinkan karena mendung dan hujan rintik.

“Di seluruh Indonesia posisi hilal antara 6 sampai 7 derajat. Insya Allah dengan tinggi hilal yang demikian pasti ada diantaranya dapat di rukyat,’’ katanya.

Berkesempatan hadir dalam kegiatan rukyatul hilal di Kota Banjarmasin yaitu dari unsur perwakilan Pemerintah Prov Kalsel, Pengadilan Tinggi Agama, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Prov Kalsel, Dewan Masjid Indonesia (DMI), Organisasi masyarakat Islam, Badan Hisab Rukyat (BHR) dan Laboratorium Hisab Rukyat UIN Antasari Banjarmasin. (lia/K-2)

error: Kalimantan Post - Asli Koran Banua