• Hari ini : Rabu, 24 Januari 2018

Rumah Ketum Gerdayak Kalteng Digerebek Polisi

SUASANA – Inilah suasana penggerebekan rumah Ketua Umum Gerdayak yang diduga dijadikan sarang pelaku pembakaran sebuah sekolah dasar. (Jejakrekam.com)

PALANGKA RAYA, KP – Rumah Anggota DPRD Kalteng, yang juga merupakan Ketua Umum Gerakan Pemuda Dayak (Gerdayak) Kalimantan Tengah, Yansen Binti Jalan Diponegoro Palangkaraya,  digerebek puluhan polisi bersenjata lengkap dari Mabes Polri, Polda Kalteng, dan Polres Palangkaraya.

Tetapi rumah tersebut lama tidak ditempati Yansen Binti, karena sudah mendiami rumah lain. Selama rumah itu dijaga oleh Ahmad Gajali alias Nora dan istrinya Sari. Polisi melakukan penggerebekan dan penggeledahan di tempat tersebut karena diduga dijadikan sarang sejumlah orang yang diduga terlibat dalam kasus pembakaran Sekolah Dasar di Kota Palangkaraya beberapa waktu lalu.

Namun sebelum melakukan penggerebekan, polisi terlebih dulu meminta Ketua RW 02/RT 02,  Kelurahan Panarung, Kecamatan Pahandut, Yanto dan Ketua RT 02/RW 02, Resto, untuk ikut menyaksikan penangkapan terhadap  beberapa orang tersebut dan menandatangani surat penggeledahan.

Selain mengamankan sejumlah orang  dari rumah tersebut, Polisi juga mengamankan barang bukti satu buah jerigen dan botol minuman 150 mililiter yang berbau bekas minyak tanah. Kemudian sejumlah berkas berupa buku serta pakaian organisasi  bertuliskan Gerdayak.

Usai penggerebekan, Sari yang merupakan istri Nora, mengaku bingung  melihat tempat tinggalnya digerebek dan digeledah puluhan anggota kepolisian  yang mengamankan suami dan teman-temannya. Mesti ia sempat berkali-kali bertanya.

Sementara itu Yansen Binti mengaku kaget dan baru mengaku mengetahui adanya penggerebekan di kediaman dari adiknya yang meneleponnya. Kemudian langsung mendatangi lokasi. Rumah tersebut memang dijaga Nora yang merupakan staf sekretariat Gerdayak Kalteng.

“Sampai sekarang saya tidak tahu kenapa digerebek. Tapi isunya karena terlibat pembakaran SD. Saya bingung juga karena tidak melihat gelagat dan tindak tanduk mereka, karena Nora hampir setiap hari ketemu saya,’’ ujarnya.

Tetapi ia meminta kepolisian jangan menggunakan insial saja terhadap terduga pembakaran, tetapi nama jelas, sehingga tidak membingungkan. Namun secara tegas ia mendukung pihak kepolisian segera menuntaskan kasus ini. Selain itu, jika memang Nora dan rekan-rekannya terlibat bukan atas nama organisasi Gerdayak, tetapi personal masing-masing.

“Terkait adanya penggerebekan dan sebagainya, sepanjang itu memang ada hubungan dengan teror pembakaran SD, okelah. Tetapi saya minta humas tidak terbukti segera dilepas jika sudah sudah 1×24 jam. Kita akan menunjuk penasihat hukum karena Nora staf Sekretariat  Gerdayak,’’ ujarnya. (jejakrekam.com/K-4)

 

error: Kalimantan Post - Asli Koran Banua