• Hari ini : Kamis, 18 Januari 2018

Rusunawa Kurang Diminati Investor

hal-14-foto-1-3-klm-tinggi-8-cm-jpg

Banjarmasin, KP – Sampai sekarang untuk melakukan pembangunan rumah susun sewa (Rusunawa) belum terlalu dilirik investor sebagai sebuah bisnis menjanjikan.

Selain keuntungan yang tidak sebesar membangun perumahan deret, banyak faktor menjadi penyebab enggannya investor membangun rusun sistem vertikal, salah satunya dana yang cukup besar dan ketersediaan listrik.

“Membangun rusun vertikal dananya sangat besar. Investor lebih memilih membangun rumah deret yang keuntungannya menjanjikan,’’ ucap Kepala Dinas Cipta Karya dan Perumahan Banjarmasin Ir H A Fanani Syaifuddin kepada Wartawan di Banjarmasin, belum lama ini.

Padahal, lanjut Fanani, membangun rusun vertikal sangat berdampak pada pengurangan kawasan kumuh di Banjarmasin.

Selain itu, bebernya, pembangunan rumah deret tipe sederhana yang harganya relatif terjangkau saat ini sangat menjamur, namun berdampak pada berkurangnya daerah resapan dan kawasan terbuka hijau.

“Ini yang harus diatur agar daerah resapan bisa dipertahankan. Sejauh ini tidak ada aturannya jadi dengan mudah investor membangun perumahan,’’ ungkapnya.

Pemko sendiri, kata Fanani, juga kesulitan membangun rusun lantaran lahan yang kian sempit akibat pertumbuhan perumahan penduduk.

“Pemerintah pusat hanya akan membangun rusun jika lahannya sudah siap. Untuk lahan saat ini cukup sulit. Sementara kita punya tiga rusun. Idealnya harus ditambah karena kebutuhan,’’ pungkasnya. (vin/K-5)

error: Kalimantan Post - Asli Koran Banua