• Hari ini : Rabu, 24 Januari 2018

Samsat Keliling Lebih Effektif dari Samsat Corner Duta Mall

Ditengah kondisi perekonomian yang sedang lesu saat ini pencapaian realisasi Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) di kantor SAMSAT I Banjarmasin mengalami lampaui target, nampak para pembayar pajak melakukan pembayaran siang kemaren.
Ditengah kondisi perekonomian yang sedang lesu saat ini pencapaian realisasi Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) di kantor SAMSAT I Banjarmasin mengalami lampaui target, nampak para pembayar pajak melakukan pembayaran siang kemaren.

BANJARMASIN, KP – Realisasi penerimaan di Sistem Administrasi Manunggal Satu Atap (SAMSAT) Satu Banjarmasin sudah mencapai target hingga 100 persen lebih.

Penyumbang terbanyak Pendapatan Asli Daerah (PAD) masih didominasi Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) dan Pajak Bea Balik Nama kendaraan Bermotor (BBNKB) ditambah Pajak Air Permukaan dan SP3 Dealer.

Kepala UPPD SAMSAT 1 Banjarmasin yang baru, Anni Hanisyah, mengatakan, berdasarkan data SAMSAT 1 Banjarmasin terhitung sejak Januari sampai pertanggal 17 Desember 2016 ini, yang paling dominan mencapai target Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) dengan target perubahan Rp88.618.278.000 dimana terealisasi sebanyak Rp90.101.026.250 atau mencapai 101,67 persen, Begitu juga dengan pajak Bea Balik Nama kendaraan Bermotor (BBNKB) dari target perubahan Rp36.473.200.000 sudah teralisasi Rp36.394.722.700 atau terealisasi 99,78 persen.

“Namun saya masih optimis target BBNKB hingga akhir tahun 2016 ini bisa tercapai,” ujar anak mantan Kepala Dispenda ini di Banjarmasin.

Sedangkan Pajak Air Permukaan dengan target perubahan terealisasi Rp125.623.000 sudah terealiasi Rp143.865.505 atau Rp 114.52 persen sedangkan SP3 Dealer pada target perubahan Rp387.300.000 sudah teralisasi Rp351.800.000 atau 90,83 persennya.

Hal tersebut tidak terlepas dari upaya Dinas Pendapatan Provinsi Kalsel melalui UPPD SAMSAT 1 Banjarmasin dengan meningkatkan layanan melalui Samsat Corner, Samsat Antar Jemput, Samsat Keliling dan lainnya, namun dari semua itu yang paling dianggap efektif memberikan pelayanan kepada wajib pajak adalah Samsat Mobil Keliling.

“Kami menilai yang paling efektif dalam penerimaan pajak yaitu SAMSAT Keliling mencapai Rp75 juta bahkan bisa sampai Rp 100 juta perharinya,” tegasnya.

Untuk SAMSAT 1 Banjarmasin memang baru memiliki satu armada mobil SAMSAT Keliling yang ditempatkan di kawasan Jalan RK Ilir, yang rencananya akan ditambah kembali armada mobilnya di kawasan SAMSAT 1 Banjarmasin yang meliputi Kecamatan Banjarmasin Timur dan Selatan pelayanannya.

Dijelaskan, jika dibandingkan dengan SAMSAT Corner di Duta Mall ternyata tidak terlalu banyak penerimaan pajaknya, perharinya hanya beberapa jutaan saja, padahal untuk biaya sewa gedung sangat mahal mencapa Rp 800 juta pertahunnya, belum lagi biaya listriknya juga membengkak dan gedung sewa DM ini akan kami evaluasi lagi 2017 nanti.

Pada tahun 2017 nanti akan ditambah pelayanan dari pintu ke pintu, serta launching E- SAMSAT pada tanggal 26 Desember bersama Polda Kalsel bekerjasama dengan Bank Kalsel, tapi, E- SAMSAT diakuinya masih ada kelemahan karena kalau tidak memiliki rekening Bank Kalsel tidak bisa menggunakannya sedangkan kalangan swasta lebih banyak bank lain seperti Mandiri, BNI hingga BCA.

Sebetulnya banyak saja cara untuk meningkatkan PAD ujar Anni Hanisyah, setiap RT ada yang mengkoordinir termasuk kelurahan, begitu juga Pajak progresif akan ditinjau kembali sudah disampaikan kepada Gubernur Kalsel  karena kendaraan kita banyak pindah ke daerah tetangga lain seperti Kalteng, Kaltim dan lainnya,” jelasnya.

Lebih lanjut Anni menambahkan peninjauan kembali Pajak progresif sudah diusulkan pada tahun 2016, masuk kemungkinan disetujui 2017, apalagi mobil atau R4 tidak sering dilakukan rajia, kebanyakan hanya rajia roda 2 saja sehingga mobil R4 yang pajaknya mati jarang terdeteksi.

Sedangkan untuk mengantisipasi terjadinya pungutan liar (pungli) yang dikeluhkan marak pembayar pajak di SAMSAT 1 pihaknya selalu mengingatkan kepada karyawan agar jangan sampai terjadi di SAMSAT 1 Banjarmasin, agar masyarakat tidak dipersulit dan terus diberikan kemudahan.

“Saya setiap 2 jam sekali duduk dan turun di pelayanan pajak dilantai bawah untuk melihat langsung kinerja karyawannya dalam memberikan pelayanan, kalau ada yang berbuat salah akan ditindak bahkan aparat berpakaian premanpun saya tegur bila macam-macam dikantor ini,” tegasnya sesuai amanat Gubernur kepada saya. (hif/K-7)

error: Kalimantan Post - Asli Koran Banua