• Hari ini : Selasa, 17 Juli 2018

Samsat Kotabaru Yakin Capai Target Pendapatan 2018

H Ismail – Ka Unit Samsat Kotabaru. (KP/Andi)

Kotabaru, KP – Sesuai surat berita acara kontrak kerja dengan Badan Keuangan Daerah Provinsi Kalimantan-Selatan, per tanggal 1 februari 2018 yang di tandatangani oleh H. Aminuddin Latif (Kaban Keuangan Daerah Provinsi Kalimantan Selatan) sebagai pihak pertama dan kepala Unit Pelayanan Pendapatan Daerah Kotabaru H. Ismail sebagai pihak ke dua. Menargetkan pendapatan pada tahun 2018 penerimaan pajak di Kotabaru dengan uraian, PKB sejumlah Rp. 43.107 132 106, BBNKB sejumlah Rp. 33.002 460 255, Pajak AP, Rp. 394 920, dan SP3 DEALER, Rp. 225 900 000.

Optimistis, H. Ismail akan dapat mencapai target tersebut pada tahun 2018 ini. “Mempermudah pemungutan pajak pada kendaraan bermotor terkhusus di Kabupaten Kotabaru yang wilayahnya sangat luas ini, perlu strategi khusus. Di antaranya melayani dengan Samsat Keliling, menggunakan mobil yang dilengkapi computer serta kelengkapan lainnya. Selain itu pendirian kantor perwakilan di kecamatan, seperti yang kita lakukan di wilayah perbatasan dengan Kalimantan Timur, Desa Sengayam. Disana sudah ada kantor yang pada awalnya hanya membuka pelayanan pembayaran pajak kendaraan bermotor dua kali dalam sebulan.

Karena melihat antusias masyarakat yang tinggi mendatangi kantor yang kita dirikan di kecamatan Pamukan Utara pada tahun 2016 lalu itu, ahirnya saat ini kita sudah melakukan pelayanan tiga kali dalam seminggu. Demikian juga di Desa Serongga, telah ada kantor samsat disana, dan terahir ini akan kami dirikan lagi di wilayah Kecamatan Pulau Laut Barat, dimana di wilayah tersebut dapat melayani lima kecamatan “. Beber Ismail pada wartawan di ruang kerjanya 21/3.

Dikatakan oleh Ismail bahwa factor yang dihada[pi oleh Masyarakat Kotabaru sehingga masih banyak yang menunggak pembayaran pajak kendaraan bermotornya karena jarak tempuh yang harus di jalani menuju kota Kabupaten yang membutuhkan pembiayaan cukup tinggi, jika mereka ada di pelosok desa dan tidak memiliki sanak family di Kota Kabupaten.

“Katakanlah warga yang ada di wilayah perbatasan dengan Kalimantan Timur, Desa Sengayam, jika hanya mengurus pembayaran pajaknya setahun, lalu menempuh perjalanan ke kota Kabupaten, ( kantor Samsat unit Kotabaru ), tentunya akan lebih banyak biaya tambahan yang di butuhkan. Terlebih lagi jika warga tersebut harus menginap di rumah penginapan . karenanya, dengan adanya pelayanan mobil keliling samsat, serta membuka kantor perwakilan di tiga titik saat ini, yakni, di Desa Sengayam, Desa Serongga dan menyusul di Desa Lontar, sangat di yakini dapat meningkatkan pemungutan pajak dengan signifikan “. Tutur Ismail

Ismail mengharapkan, ada program dari Provinsi untuk membangun kantor pelayanan satu yang agak besar di wilayah pertengahan antara Desa Sengayam dan Desa Serongga, sehingga semakin mudah masyarakat untuk melaksanakan kewajibannya membayar pajak.

“Selain pajak berkendaraan bermotor ini, yang harus di tangani oleh Samsat, ada juga pajak alat berat bagi perusahaan yang menggunakannya. Juga ada pajak air permukaan. Hanya saja, untuk pajak air permukaan ini, kita tidak memiliki standar atau patokan. Tergantung berapa pengakuan pemakaian oleh perusahaa. Misalkan, kita menagih pajak air permukaan pada perusahaan, kemudian mereka memberikan daftar pemakaiannya sebagai bukti, mau tidak mau, samsat harus menerimanya. Jadi, tergantung dari tingkat ke jujuran perusahaan, sebab tidak ada standar untuk itu, melainkan hanya berdasarkan pemakaian, pungkasnya menutup. (and/K-6)

 

Tag:
error: Kalimantan Post - Asli Koran Banua