Santri Ponpes Nurul Muhibbin Panen Lele Program PASS Adaro

ditulis pada 28 Juli 2017

WABUP BALANGAN – H Syaifullah, CSR Department Head Adaro, Idham Kurniawan, Pengurus Ponpes Nurul Muhibbin lakukan panen perdana ikan lele.

Paringin, KP – Panen Perdana budidaya ikan lele pada kolam darat berbahan terpal, di Pondok Pesantren Nurul Muhibbin di Desa Mampari kecamatan Batumandi, Rabu (26/7) kemarin, yang menghasilkan 50 kilogram lele atau setara Rp 750 ribu itu, menjadi pijakan jalan sukses berikutnya.

Panen perdana ikan lele yang dihadiri dan dilakukan Wabup Balangan H Syaifullah, CSR Department Head PT Adaro Indonesia, Idham Kurniawan, pengurus Ponpes Nurul Muhibbin Said Abdillah dikolam darat berbahan terpat itu merupakan hasil dari Program Adaro Santri Sejahtera (PASS) dalam bidang perikanan.

Seperti diketahui, awal tahun lalu, Adaro menginisiasi Program Adaro Santri Sejahtera di Ponpes Nurul Muhibbin yang bertujuan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi melalui para santri.

Selain di bidang perikanan, PASS juga menyasar program pertanian hidroponik, pembuatan makanan ringan, serta kain sasirangan.

Untuk pemasaran, pihak ponpes bekerjasama dengan Komarudin, petani lele dari Desa Buntu Karau yang menjadi pembina program perikanan di program ini.

Untuk panen perdana ini, Komarudin telah menghubungkan ponpes dengan seorang penjual ikan di Pasar Paringin sebagai konsumen pertamanya dengan harga jual Rp 15 ribu per Kg.

“Sementara ini kita pasarkan di sekitar Balangan dulu. Ke depannya, tidak menutup kemungkinan lele dari ponpes dipasarkan ke daerah lain,” katanya.

Diakui Komarudin, kualitas lele yang dihasilkan di Ponpes Nurul Muhibbin mampu bersaing dengan lele lain yang beredar di pasaran, baik secara ukuran maupun berat per ekornya.

Sementara itu, Said Abdillah, perwakilan Ponpes Nurul Muhibbin menyampaikan kegembiraannya dengan kegiatan panen lele perdana ini.

Said mengatakan, panen perdana tersebut adalah bukti bahwa ketekunan dan semangat para santri dalam berwirausaha sangat luar biasa.

“Alhamdulillah, tadi Pak Wakil Bupati juga menyampaikan apresiasi positif terhadap kegiatan ini,” ujarnya.

Menurut CSR Department Head Adaro, Idham Kurniawan, pesantren menjadi pilihan untuk pengembangan program CSR Adaro, karena kultur masyarakat Kalsel yang kuat dengan nuansa keagamaan.

Pesantren sebagai salah satu lembaga keagamaan yang banyak menghasilkan ulama, diharapkan juga mampu menjadi wadah belajar masyarakat disekitarnya untuk membangun ketahanan ekonominya.

Saat ini, ujar Idham, Adaro melalui Program Adaro Santri Sejahtera (PASS) dalam bidang perikanan, sudah menggandeng beberapa pesantren yang tersebar di wilayah Tabalong dan Balangan.

“Tentu kita berharap, selepas para santri itu menamatkan pendidikannya di pesantren dan terjun ke masyarakat, mereka bisa mentransfer keterampilannya pada masyarakat di sekitar,” ujarnya
Dan tambah Idham,  semoga progam ini dapat memberikan manfaat secara jangka panjang, baik untuk Ponpes Nurul Muhibbin, maupun untuk Kabupaten Balangan. (jun/K-6)

You must be logged in to post a comment Login

LANGGANAN BERITA Via EMAIL
Update Berita Terbaru Seputar Kalimantan
Kalimantan Post - Asli Koran Banua.