• Hari ini : Jumat, 19 Oktober 2018

Satu Tewas dan Empat Pekerja ke RS

DUKA MENDALAM – Netri Sumarni, istri korban menangis sambil memeluk jasad suaminya saat berada di rumah sakit. (Kp/Andui)

BANJARMASIN, KP – Kecelakaan kerja terjadi di docking kapal PT Nogopatmolo General Workshop & Docyard Banjarmasin Barat, pinggiran Sungai Barito Jalan H PM Noor, Pasirmas, Banjarmasin Barat, Selasa (9/10) sekitar pukul 09.00 WITA.

Lima tukang las menjadi korban, karena diduga terhirup gas beracun saat di lambung tongkong Elfa 3003 yang sandar di docking tersebut. Satu tewas dan empat lainnya mendapatkan perawatan di Rumah Sakit Suaka Insan.

Salah satu korban meninggal dunia bernama Erwin (30), dan empat temannya selamat dalam kejadian yaitu Iyans (30), Abdul Azis (30), Uun (40), dan Musa (3).

Korban Erwin diketahui warga Jalan Pembangunan Ujung Banjarmasin Barat, sedangkan Iyan, Abdul Azis diketahui warga JaLan Sungai Lumbah Kabupaten Barito Kuala (Batola), dan korban Uun diketahui warga Jalan Teluk Tiram Banjarmasin Barat.

Dari keterangan Mahdi teman kerja korban, korban merupakan pekerja lepas (freeleand), lalu mereka satu-persatu masuk ke dalam tongkang tersebut, untuk melakukan pekerjaan. Akan tetapi langsung tak sadarkan diri hingga ditolong temannya yaitu Ivan dan Musa.

“Yang masuk ke perut tongkang pertama kali korban Erwin,” katanya.

Sementera Salah satu karyawan PT Nogopatmolo, Yoyok Dwi Santoso menuturkan, insiden itu bermula saat para korban mendapatkan pekerjaan mengelas lambung tongkang batubara pada Minggu (7/10) dini hari lalu.

Kemudian para pekerja membuat lubang pada bagian dinding samping untuk masuk lambung kapal bukan melalui pintu palka.

“Entah tidak bisa dibuka atau apa (pintu palka), mereka bukan masuk lewat pintu palka, mereka masuk melalui lubang yang dibuat oleh Erwin pada bagian lambung kapal,” ujar Yoyok, dikutip dari klikkalsel.com.

Ketika lubang seukuran badan sudah dibuat di samping lambung tongkang, rekannya tidak mengetahui kalau Erwin sudah masuk ke dalam. Disaat bingung mencari Erwin, akhirnya mereka memeriksa ke dalam lambung tongkang.

“Adik saya Toni yang kebetulan disitu bingung karena para pengelas yang tadi sempat bersamanya tidak kunjung kembali usai mencari salah satu temannya,” ungkap Yoyok.

Toni yang merupakan pekerja bagian kontroksi las, akhirnya melakukan pencarian hingga masuk ke dalam dan menemukan para pekerja las sudah dalam keadaan lemas dan pingsan.

Kemudian Toni langsung keluar dari palka dan kembali bersama beberapa rekannya dengan membawa alat bantu pernafasan untuk mengevakuasi korban.

“Baru bisa mengevakuasi satu korban, tabungnya (alat bantu pernafasan) pecah mas tersenggol besi palka,” ujarnya lagi.

Akhirnya mereka pun menyalakan mesin kompresor dan meniupkan udara dengan harapan dapat memberikan udara segar ke dalam ruang palka.

Satu persatu korban mulai dievakuasi, namun saat mencoba mengevakuasi Erwin mereka sempat kesulitan karena postur tubuh Win yang cukup besar.

Pun seluruh korban dapat dievakuasi dan dilarikan ke Rumah Sakit Suaka Insan Banjarmasin. Namun, nyawa Erwin tak tertolong dan dinyatakan meninggal dunia oleh tim medis.

Duka mendalam terlihat dari isteri Win, Netri Sumarni yang menangis sambil memeluk jasad suaminya saat berada di rumah sakit.

Bahkan, istri almarhum beberapa kali tak sadarkan diri ketika mengetahui sang suaminya meninggal dunia. Mengingat, anak-anaknya masih kecil.

Tak lama setelah kejadian, sejumlah anggota Polsekta Banjarmasin Barat, langsung dipimpin Kanit Reskrim, Ipda Jody Dharma, bersama Tim Inafis dan Satuan Reserse Kriminal (Reskrim) Polresta Banjarmasin yang dipimpin Wakasat Reskrim, AKP Sony Gaol berdatangan di TKP.

Disana anggota bersama-sama melakukan penyilidikan mengenai peristiwa ini dan melakukan Olah Tempat Kejadian Pekara (TKP), untuk mengetahui secara pasti penyebab sebenarnya sehingga menelan korban jiwa.

Wakasat Reskrim POlresta Banjarmasin, AKP Sony Gaol didampingi Kanit Reskrim Polsekta Banjarmasin Barat, Ipda Jody Dharma ketika dikonfirmasi membenarkan adanya peristiwa kecelakaan kerja ini, dan anggota masih melakukan penyilidikan guna mengetahui secara pasti kematian korban ini.(fik/net/K-4)

loading...
error: Kalimantan Post - Asli Koran Banua