• Hari ini : Rabu, 24 Januari 2018

Sekda Buka Cerdas Cermat Wawasan Kebangsaan

Sekda Barito Utara Ir H Jainal Abidin MAP (baju pramuka, tengah) bersama mewakili unsur FKPD dan Kepala SOPD foto bersama usai pembukaan lomba cerdas cermat wawasan kebangsaan, lomba pidato dan bercerita tingkat SLTA, SLTP dan SD Sederajat se-Kabupaten Barito Utara, Senin (14/8) di Gedung Balai Antang Muara Teweh.

Muara Teweh, KP – Sekretaris Daerah Kabupaten Barito Utara Ir H Jainal Abidin MAP membuka kegiatan lomba cerdas cermat wawasan kebangsaan, lomba pidato dan bercerita tingkat SLTA, SLTP dan SD Sederajat se Kabupaten Barito Utara, belum lama tadi, Gedung Balai Antang Muara Teweh.

“Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) yang kita cintai ini yang lahir berkat Rahmad Tuhan Yang Maha Esa dan perjuangan seluruh rakyat Indonesia, serta dibangun di atas keberagaman yaitu ke Bhinekaan ras, suku, budaya dan agama yang menghuni dan tersebar di berbagai wilayah nusantara,’’ kata Bupati Barito Utara, H Nadalsyah dalam sambutan tertulisnya yang disampaikan Sekda H Jainal Abidin saat membuka kegiatan tersebut.

Dikatakannya, kebhinekaan tersebut sudah barang tentu sangat berpengaruh terhadap perkembangan kehidupan berbangsa dan bernegara di Indonesia baik dimasa lalu, masa kini maupun di masa akan datang.

Sesuai dengan amanat Undang-undang Dasar 1945, mengamanatkan Pemerintah Negara Indonesia yang melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia dan memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa dan ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial.

Sampai saat ini bangsa Indonesia masih menghadapi berbagai konflik baik yang bersifat vertikal maupun horizontal yang disebabkan oleh berbagai latar belakang permasalahan ras, suku, budaya dan agama sehingga dapat mengancam integritas nasional.

“Di sisi lain kita juga melihat adanya fenomena kecenderungan memudarnya kesadaran sebagian masyarakat untuk memperkuat karakter, memelihara nilai-nilai patriotisme, jati diri, harkat dan martabat sebagai bangsa akibat kuatnya terpaan arus modernisasi dan globalisai,’’ katanya.

Apabila fenomena ini dibiarkan, akan dikuatirkan dapat menyebabkan goyahnya jati diri, kaburnmya identitas, harkat dan martabat serta tercabutnya akar budaya bangsa.

Serta dalam upaya mengerahkan segala sumber yang ada, maka dianggap penting adanya penerapan dalam pengembangan wawasan kebangsaan pada generasi yang sekarang dan yang akan datang. (asa/K-8)

error: Kalimantan Post - Asli Koran Banua