• Hari ini : Rabu, 24 Januari 2018

Sembilan Pejabat Pemprov Tes Masuk Widiaswara

Nampak Gubernur Kalsel H Sahbirin Noor, saat berinteraksi dengan sejumlah pejabat di lingkup Pemprov Kalsel, beberapa waktu lalu.
Nampak Gubernur Kalsel H Sahbirin Noor, saat berinteraksi dengan sejumlah pejabat di lingkup Pemprov Kalsel, beberapa waktu lalu.

Banjarmasin, KP – Sebanyak sembilan pejabat eselon II Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan (Pemprov Kalsel), mengikuti tes di Lembaga Administrasi Negara (LAN) Jakarta.

Keikutsertaan mereka dalam tes tersebut, dalam rangka persiapan menjadi tenaga pendidik atau widiaswara.

Pejabat yang diikutsertakan pada tes tanggal 11 dan 12 Oktober itu, adalah Aparatur Sipil Negara (ASN) dalam Masa Persiapan Pensiuan (MPP) dengan usia di atas 58 tahun.

Seperti diketahui, sesuai surat edaran Gubernur Kalsel H Sahbirin Noor, ada 19 pejabat yang memasuki MPP.

Namun begitu, jelas Kepala BKD Kalsel, Perkasa Alam, yang memenuhi syarat untuk mengikut tes cuma 9 orang. Menurutnya, ke 19 nya berpeluang untuk menjadi tenaga pendidik.

“Yang masuk syarat hanya 9 saja, karena syaratnya minimal pendidikan S2. Jadi tidak semuanya bisa,’’ bebernya.

Dikatakan Perkasa, bagi pejabat yang berangkat VI D akan pensiun dalam usia 65 tahun jika menjadi pengajar.

Sedangkan pangkat di bawan itu pensiun dengan batas usia 60 tahun.

“Bisa pensiun 65 bagi yang pangkat VI C, tapi tergantung Skore. Jadi sebenarnya mereka diuntungkan dengan menjadi tenaga pengajar,’’ tutur Perkasa. Ditanya bagaimana nasib 10 orang yang MPP dan tidak mengikuti tes masuk widiaswara? Perkasa menyebut, tergantung usher atau dalam hal ini Gubernur.

Dikatakannya, ada beberapa peraturan yang bisa diambil gubernur, contohnya dipensiunkan atau masuk masa persiapan pensiun.

“Tergantung pa gubernur, kalau beliau masih mempercayakan jabatan berarti pensiunnya usia 60 tahun. Tapi kalau beliau tidak lagi percayakan jabatan berarti bisa masuk MPP,’’ katanya.

Di sisi lain, Penjabat Sekdaprov Kalsel, Abdul Haris Makkie, membenarkan terkait seleksi calon pengajar di Badan Pendidikan dan Pelatihan (Bandiklat) Kalsel.

“Iya mereka sudah mengikuti, nanti tinggal menunggu surat dari LAN apakah lulus atau tidak. Kalau dinyatakan lulus, maka mereka bertugas menjadi tenaga pendidik,’’ ujar Haris.

Haris menyebut, mereka yang bertugas sebagai pengajar, selain mendapatkan gaji pokok juga ada tunjangan pendidik.

“Selain itu, mereka bisa dapat tambahan seperti gaji dosen. Tapi tergantung jam mengajarnya. Yang menentukan jam mengajar tergantung Bandiklat,’’ urainya.

Sementara itu, Asisten I Bidang Pemerintahan Setdaprov Kalsel, DR Suhardjo mengaku, siap menjalankan amanah pimpinan.

Apapun yang dipercayakan gubernur dirinya akan menjalankan dengan penuh tanggung jawab.

“Diminta mengajar saya siap, kalaupun diminta pensiuan juga saya siap. Sebagai bentuk loyalitas kepada pimpinan,’’ ujarnya. (mns/K-2)

Tag:,
error: Kalimantan Post - Asli Koran Banua